Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Penuh Pemkot Terapkan 100 Persen Pelaksaan PTM

168
×

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Penuh Pemkot Terapkan 100 Persen Pelaksaan PTM

Sebarkan artikel ini
Ketua komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti

SAMARINDA.apakabar.co-Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mendukung keputusan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen bagi siswa.

Walaupun secara menyeluruh pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Tapi, kasus penularan virus terus menurun dan relatif menunjukkan kondisi lebih melandai khususnya di Kota Tepian.

Kondisi ini ditandai dengan kembalinya hampir di seluruh kecamatan yang ada di Samarinda menjadi zona hijau. Efektifnya pelaksanaan kegiatan PTM di sekolah, Sri Puji Astuti menyakini, siswa akan dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik. Tak hanya itu saja, perkembangan motorik siswa akan jauh lebih baik.

Berbeda ketika kondisi pandemi COVID-19 terjadi peningkatan di Samarinda, hingga pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Banyak siswa dan orangtua yang akhirnya kesulitan, dengan berbagai kendala.

“Anak-anak itu sudah belajar selama dua tahun di rumah. Jadi begitu masuk, secara fisik mungkin pakaiannya tidak lagi rapi, tidak terbiasa bangun pagi selama pembelajaran di rumah, tidak ada komunikasi bersama temannya. Otomatis kalau tidak terbiasa kembali, ini akan mengganggu masa belajar mengajar dan guru-guru juga agak kaku,” ucapnya, Senin kemarin (30/5/2022).

Beberapa permasalahan lain yang terjadi saat melakukan PJJ, sebutnya yakni tak jarang tugas yang diberikan guru-guru, banyak dikerjakan oleh orangtua siswa. Sehingga, hal ini akan berdampak pada siswa tersebut. Dimana dia akan sulit memahami pelajaran yang diberikan.

“Ketika di rumah, banyak siswa yang diberikan tugas, tapi yang mengerjakan adalah orangtuanya,” katanya.

Ditegasnya bahwa dirinya mendukung penuh pelaksanaan PTM. Bahkan, ia juga mengingatkan kepada siswa dan guru-guru untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, guna menghindari terjadinya penularan.

“COVID masih ada, sehingga perlu jadi kewaspadaan. Tetap belajar mengajar di sekolah, terapkan protokol kesehatan,” imbuhnya. (Adv)