apakabar.co — SAMARINDA – Pendapatan Aset Daerah (PAD) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui sektor pariwisata dinilai masih rendah.
Untuk itu, anggota komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Adam Sinte meminta Dinas Pariwisata (Dispar) untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam jangka lima tahun kedepan.
“Dari situ nanti bisa dilihat berapa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispar tersebut. PAD Dispar selama ini terbilang rendah dengan alasan alokasi anggaran mereka kecil, sehingga kurang maksimal penerapannya,” ungkap Adam sapaan karibnya. Senin (4/7/2023).
Selain itu, Adam menilai siapapun yang kelak menjabat sebagai Gubernur Kaltim, maka penyusunan RPJMD perlu mempertimbangkan dan fokus pada peningkatan objek wisata lokal.
Tujuannya agar tidak tergantung pada sektor pertambangan batu bara untuk pendapatan daerah ke depannya.
“Terlebih lagi Kaltim sebagai pendukung IKN Nusantara pasti akan banyak yang akan datang ke sini, pemerintah meningkatkan pariwisata sudah semestinya didorong,” Ucapnya.
Kendati demikian, politisi dari fraksi Hanura itu menambahkan pemerintah daerah harus mengubah sasaran dan melakukan peningkatan alokasi dana pada setiap OPD, terutama sektor pariwisata Kaltim.
“Peningkatan alokasi dana diharapkan dapat dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang menuju tempat-tempat wisata tersebut, bukan hanya fokus pada destinasi wisata tetapi juga memperhatikan aksesnya,” Pungkasnya. (Adv)







