Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

PDAM Naikan Tarif Pembayaran, DPRD Samarinda Minta Fokus Penambahan Pipa Baru

297
×

PDAM Naikan Tarif Pembayaran, DPRD Samarinda Minta Fokus Penambahan Pipa Baru

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rofik

SAMARINDA.apakabar.co– Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Kencana telah menaikan tarif berkisar 7.540 per kubik sejak awal April. Hal ini menuai reaksi dari kalangan masyarakat hingga para anggota Komisi II DPRD Samarinda, salah satunya adalah Abdul Rofik.

Dia menyebutkan, Perumdam Tirta Kencana tidak semestinya menaikan tarif tanpa analisa akademik dan riset yang akurat. Meskipun Perumdam Tirta Kencana saat ini membutuhkan biaya yang sangat besar, namun di sisi lain harus ada pertimbangan yang matang dan jangan gegabah.

“Menurut saya kenaikan tarif itu waktunya tidak tepat, karena saat ini banyak kalangan masyarakat yang sedang susah. Semua barang pokok naik,” ungkapnya, Selasa (19/4/2022).

Sebelum menaikan tarif, diungkapkan Rofik, sebaiknya Perumdam Tirta Kencana menggandeng lembaga perguruan tinggi untuk melakukan riset ke lapangan dan melakukan survei agar hasilnya akurat.

“Karena ketika menaikkan tarif ini, mungkin masyarakat menengah ke bawah yang tidak mampu membayar. Berbeda jika orang kaya, mungkin mampu,” tuturnya.

Di sisi lain juga, disebutkan Rofik, saat ini beban masyarakat semakin bertambah, misalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax hingga kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen.

“Semakin kompleks penderitaan masyarakat, apalagi kita semua tahu bahwa ekonomi masyarakat belum pulih setelah dihantam badai Covid-19 ini,” pungkasnya.

Menurut Politikus PKS itu, sebaiknya Perumdam Tirta Kencana ketika menaikan berdasarkan riset, hal itu menjadi acuan untuk menetapkan kenaikan tarif juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat.

“Sebaiknya kenaikan itu dikategorikan, misalkan masyarakat miskin, menengah dan masyarakat kaya. Mungkin kenaikan tarif itu lebih tepat ke masyarakat kaya,” ujarnya. (Adv)