Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Pemkot Samarinda Mulai Distribusikan Minyak Goreng Curah Ke Masyarakat, Per Orang Dapat Jatah 2 Liter Melalui Kelurahan

370
×

Pemkot Samarinda Mulai Distribusikan Minyak Goreng Curah Ke Masyarakat, Per Orang Dapat Jatah 2 Liter Melalui Kelurahan

Sebarkan artikel ini
Pendistribusian Minyak Goreng Curah Di Kelurahan Sidodadi, Sabtu (12/3/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mendistribusikan minyak goreng curah dengan harga murah mulai dilakukan di kelurahan-kelurahan di Samarinda.

Kelurahan yang pertama kali melakukan pendistribusian adalah Kelurahan Sidodadi dengan jatah 2000 liter, Sabtu (12/3/2022).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas ditemui disela-sela operasi pasar minyak goreng curah mengatakan jika pihaknya pada hari ini membagi ke 3 kelurahan dengan masing-masing 2 ribu liter di Kelurahan Sidodadi, 2 ribu di Karang Asam Ulu dan seribu di Kelurahan Jawa.

“Nanti malam akan ada 11 ribu lagi yang akan di bagi dikelurahan yang lain,” ungkapnya.

Marnabas juga mengatakan bahwa pihaknya tidak gegabah dalam pedistribusian demi menghindari kerumunan massa.

“Kita inginkan barang datang dan tersedia baru kita bagi,” ucapnya.

Dipaparkan Marnabas juga jika untuk tahap pertama, Disdag Samarinda membagikan kepada warga sebanyak 2 liter yang sebelumnya berjumlah 5 ribu liter per orang.

Masalah teknis dan kendala dalam pendistribusian di Kelurahan pertama ini juga disebutkan oleh Marnabas disebabkan terjadinya beberapa faktor, yang salah satunya adalah armada dari Disdag yang masuk tidak semuanya diterima dengan alasan ke higienisan.

“Hari senin pekan depan armada yang masuk akan memuat 15 ribu liter, saya sudah bagi per kelurahan,” sebutnya.

Untuk tahap awal pihaknya sudah order 222.222 liter dan itu akan terus bergerak hingga bulan Ramadhan, oleh pihak penjual akan menjamin selama dibutuhkan.

“Kami juga sudah mengantongi izin dari kementrian perdagangan untuk dilakukan pengemasan, artinya melalui itu pihaknua akan bisa menjual ke RT-RT yang ada di Samarinda,” ucapnya.

“Ada beberapa segment yang akan dilakukan Disdag untuk menjual, pertama di masyarakat, kedua di pasar dengan harga 11.500,” sambungnya.

Kendala teknis pendistribusian, diakui Marnabas ialah terkait permasalahan perizinan yang tidak selicin dipikirkan pihaknya, misalkan untuk truk pengangkutan saja ada baberapa pos yang harus dilewati.

Sementara itu, Bambang warga Jalan Trisari, Kelurahan Sidodadi mengaku senang dengan adanya operasi pasar pada hari ini.

Sebagai ibu rumah tangga, ia merasa terbantu dengan adanya minyak goreng curah murah dari Pemkot Samarinda.

Sulimah mengaku, sehari-hari ia menggunakan minyak goreng sebagai kebutuhan dapur rumah tangga.

Kelangkaan minyak ini membuatnya harus berpikir untuk mengatur penggunaan minyak goreng di dapurnya. Minyak goreng sebanyak 2 liter biasa ia habiskan dalam 5 hari, namun kali ini dengan jumlah yang sama harus bisa digunakan hingga 10 hari.

“Dengan adanya bantuan pemerintah ini merasa terbantu, tetapi sayang hanya dua liter saja. Kondisi sekarang mau tidak mau dikurangin,” ucapnya. (Adv)