SAMARINDA.apakabar.co– Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam peningkatan percepatan pembangunan berbasis RT melalui Pro Bebaya disambut bangga masyarakat Kota Samarinda.
Pro Bebaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan infrastruktur pembagunan dimasing-masing RT kini tengah berjalan dan tersealisasikan.
Masyarakat menyambut dengan penuh harapan, Pemkot Samarinda telah menggelontorkan anggaran 100 juta per RT disetiap tahunnya. Tentu, anggaran itu dapat menjawab semua keluhan yang selama ini dirasakan masyarakat terkait infrastruktur dan kesejahteraan warga di lingkungan berbasis RT.
“Kita saat ini sedang dalam pengerjaan perbaikan infrastruktur dan perbaikan drainase untuk pencegahan banjir di gang kami. Penantian warga akhirnya terjawab melalui program yang telah dibuat oleh Wali Kota Andi Harun,” ucap Wahyuni selaku RT 07 di Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir, Senin (19/7/2022)
Selain percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan juga menjadi salah satu yang masuk dalam anggaran Pro Bebaya tersebut.
Wahyuni mengakui jika, jika anggaran Pro Bebaya yang diturunkan pada tahap pertama sesuai dengan kesepakatan saat rapat program RT 07 bersama warga yakni akan difokuskan pada infrastruktur pembangunan, yang mana akan dilakukan semenisasi jalan dan perbaikan drainase yang berada di wilayah RT yang ia pimpin.
“Tahap pertama ini kita akan fokus pada infrastruktur, seperti jalan gang dan saluran air, dan ditahap kedua nanti kita akan fokus pada kesejahteraan masyarakat seperti bantuan sosial, pendidikan dan yang lain,” ungkapnya.
“Dukungan terhadap UMKM juga akan kita realisasikan melalui Pro Bebaya itu di tahap kedua nanti. Infonya yang saya dapat, anggaran tambahan akan direalisasikan sekitar akhir tahun,” sambungnya.
Secara teknis, dirinya dan warga Rt 07 tidak mendapatkan kesulitan dalam menjalankan Pro Bebeya tersebut, pasalnya Pemkot Samarinda telah membuat tim pendamping yang akan mengawasi selama pelaksanaan program tersebut. Mulai dari pengawasan kerja lapangan hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan.
“Kita didampingi tim yang telah dibentuk oleh Pemkot, ada juga buku pandungan yang diberikan kepada kita masing-masing Ketua RT. Intinya, program ini benar-benar dirasakan manfaatkanya oleh masyarakat, termasuk warga RT saya sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Sri Rahayu salah satu warga yang bertampat tinggal di RT 07 mengkui jika selama ini dirinya bersama warga yang lain selalu mengusulkan perbaikan infrastrur melalui RT yang disampaikan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) ditingkat Kelurahan. Namun, tidak ada satupun usulan tersebut masuk dalam rencana pembangunan kota.
“Ini beda, kita diberikan kesempatan untuk melakukan usulan langsung terkait pembangunan dan kesejahteraan di tingkat RT berdasarkan hasil kesepakatan bersama-sama warga,” ungkapnya.
“Kita juga bisa ikut mengawasi langsung penggunaan anggaran Pro Bebaya. Intinya Pro Bebaya ini begitu nyata manfaatnya di masyarakat,” tambahnya.
Selaku warga masyarakat, dirinya berharap Pro Bebaya bisa menjadi solusi dari Pemkot Samarinda yang diberikan kepada warga di masing-masing RT diseluruh wilayah Kota Tepian.







