Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Penertiban PKL di Pasar Sei Dama Ricuh, Oknum Pedagang Bawa Sajam, Andi Harun Minta Satpol PP Lapor Polisi

207
×

Penertiban PKL di Pasar Sei Dama Ricuh, Oknum Pedagang Bawa Sajam, Andi Harun Minta Satpol PP Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini
Penertiban PKL di Pasar Sungai Dama, Rabu 25/5/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Pernyataan tegas disampaikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Sungai Dama yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (25/5/2022) pagi.

Kepada media Andi Harun mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) akan melaporkan bentuk intimidasi saat pelaksaan penertiban kepada pihak kepolisian. Pasalnya, informasi yang ia dapatkan dalam penertiban yang dilakukan pihaknya terdapat perlawanan dari sejumlah oknum pedagang dan diwarnai dengan aksi membawa senjata tajam oleh sejumlah pihak yang terlibat penolakan penertiban.

Lantas, orang nomor satu di Pemkot Samarinda itu meminta petugas Satpol PP langsung membuat laporan kepolisian atas tindakan oknum pedagang tersebut.

“Dari sebagian data yang saya lihat tadi, ada yang membawa benda tajam, parang, dan sebagainya. Bahkan kepala UPT pasar Sungai Dama dicari di kantornya oleh empat orang, entah apa tujuannya,” ucapnya.

Selanjutnya, Andi Harun mengatakan bahwa oknum yang secara sengaja membawa senjata tajam diduga kuat telah memenuhi unsur pidana. Menurutnya, tindakan melawan pemerintah seyogyanya tidak dilakukan. Karena, penertiban PKL tersebut merupakan kepentingan umum, yang salah satunya adalah untuk meminimalisir macet di Jalan Otto Iskandardinata.

“Boleh ada orang berjualan, tujuannya mencari rejeki. Tapi kita tidak boleh lupa bahwa kepentingan orang itu bukan hanya untuk pedagang saja tapi ada kepentingan orang banyak yang harus diperhatikan,” ungkapanya.

Dalam hal ini, Andi Harun mengharapkan proses laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Agar tak lagi menjadi preseden buruk di waktu mendatang.

“Saya juga sudah meminta Satpol PP untuk tetap melanjutkan penertiban, apakah minggu ini atau minggu depan dengan kekuatan penuh, agar program pemerintah tetap berjalan,” ucapnya.

Terkahir, Andi Harun menyatakan telah meminta Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendirikan posko protokol permanen di kawasan pasar guna streilisasi dari lapak-lapak pedagang yang semerawut.

“Agar badan-badan jalan yang selama ini dipakai berjualan dan mengganggu kepentingan pengguna lalu lintas itu bisa kita tekan sedemikian rupa, sehingga bermanfaat bagi pengguna jalan,” pungkasnya.