SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri peringatan puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Kawasan Wasata Belanja Citra Niaga, Senin (1/8/2022).
Melalui sambutannya, Andi Harun mengatakan bahwa peringatan HAN harus dimaknai sebagai bentuk kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak di Indonesia, di Kalimantan Timur dan Samarinda pada khususnya agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dengan bertemakan “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” pemerintah mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan, sehingga akan menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan juga cinta tanah air.
“Tujuannnya yakni merupakan sebuah manifestasi kesadaran dari masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan bagi anak-anak,” ungkapnya.
Tentunya itu akan menjadi tindakan kolektif dan upaya untuk memenuhi setiap hak dari anak-anak. Pasalnya, anak-anak adalah masa depan bangsa yang akan menjadi roda penggerak di masa yang akan datang.
“Ketika kebutuhan anak sudah terpenuhi, dan hak mereka terlindungi, maka negara ini dan khususnya Kota Samarinda akan menjadi daerah yang ramah anak,” ucapnya.
Selain itu, AH biasa Andi Harun disapa menyebut bahwa peringatan HAN juga merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen 4 pilar, baik pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Saya berpesan khususnya kepada pihak-pihak terkait, baik itu dari dunia atau lembaga pendidikan, media massa yang menjadi leadingsector untuk melakukan kerja-kerja aktif, yang nantinya berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak,” ucapnya.
“Dan juga terus memberikan dan mendorong peran keluarga dalam pengasuhan anak yang positif, mampu menurunkan angka kekerasan terhadap anak, serta mencegah dan menurunkan angka pekerja anak atau anak yang dieksploitasi secara ekonomi,” sambungnya.
Terakhir ia menyampaikan jika saat ini seluruh wilayah telah mulai memasuki pasca pandemi, dimana sekarang terjadi perubahan dalam pola kehidupan anak, yang mengalami berbagai persoalan antara lain penyesuaian kembali anak dalam kehidupan bermasyarakat, belajar, dan pemanfaatan waktu luang.







