SAMARINDA.apakabar.co– Respons cepat dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait kelangkaan minyak goreng yang sejak beberapa waktu yang lalu.
Melalui kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengabarkan jika pada hari ini, Jumat (11/3/2022) pihaknya menggelontorkan minyak goreng curah sebanyak 250 ribu liter untuk kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.
Minyak goreng curah itu rencannya akan disebar ke 13 pasar yang ada di Samarinda agar seluruh masyarakat dapat menjangkau ke kawasan terdekat.
“Nanti juga akan ada batasan pembeliannya, kami batasi 5 liter,” ucapnya.
Faktor yang menjadi pemicu kelangkaan minya goreng diduga disebabkan harga bahan bahan baku pembuatan minyak goreng melonjak naik dua kali lipat.
“Saya dapat informasi itu dari produsen,” ungkapnya.
Marnabas memastikan jika rencana penyediaan minyak goreng yang akan terlaksana dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda, tapi kendalanya adalah berupa kemasan.
“Pendistribusian ke warga memerlukan waktu, jadi kalau bisa warga membawa wadah masing-masing,” tuturnya.
Disdag Kota Samarinda kepada masyarakat akan dibandrol dengan harga Rp11.500 per liter, berbeda dengan pedagang maupun pengecer, ia mampu memberikan dengan besaran harga Rp 10.500
“Teknisnya dengan menggunakan kupon terlebih dahulu kemudian menukarkan kupon itu dengan minyak goreng,” pungkasnya.







