SAMARINDA, apakabar.co – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional, Komisi II DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak terburu-buru merealisasikan program renovasi pasar.
Hal itu diungkapkan langsung oleh, anggota komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. Dirinya menilai persoalan sepinya pembeli tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki bangunan fisik, melainkan harus diawali dengan riset komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab utama menurunnya kunjungan masyarakat, mulai dari faktor aksesibilitas, kenyamanan, hingga pola belanja masyarakat.
“Kita harus menyadari bahwa daya beli masyarakat sedang menurun di hampir semua pasar. Karena itu, pemerintah perlu mengkaji terlebih dahulu apa penyebab berkurangnya pembeli. Apakah karena kondisi tempat, akses menuju pasar, atau faktor lainnya. Semua itu harus dipetakan sebelum mengambil keputusan,” Ungkap Sani sapaan karibnya. Kamis (16/7/2026).
Selain pembenahan infrastruktur pasar, Sani juga meminta agar pemerintah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah perlu dikurangi agar harga komoditas tetap terkendali.
Selain itu, Sani menekankan rencana renovasi pasar tetap dapat dilakukan sepanjang didasarkan pada hasil kajian yang matang serta mendapat dukungan masyarakat.
Tak lupa, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan agar Pemkot Samarinda mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang saat ini masih terbatas, sehingga setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Renovasi pasar tidak menjadi persoalan selama didukung hasil kajian dan memang dibutuhkan masyarakat. Namun, di tengah kondisi fiskal yang belum kuat, pemerintah jangan mudah memprioritaskan pembangunan fisik,” Tutup Sani. (ADV)



