apakabar.co — SAMARINDA – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2A) Kota Samarinda, Deasy Evriyani mengungkapkan bahwa para Duta Generasi Berencana (Genre) bisa membantu mencegah kasus stunting dari hulu dengan peran ketahanan remaja pra nikah.
Pasalnya, Deasy menilai bahwa sebuah organisasi kepemudaan di naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda itu memiliki program pencegahan pernikahan usia dini.
“Dengan adanya program Duta Genre salah satunya pencegahan pernikahan dini dan pendampingan pra nikah merupakan salah satu indikator untuk mencegah kasus stuntin dari hulunya,”ungkap Deasy melalui sambungan seluler. Jum’at (24/3/2023).
Selain itu, Deasy menjelaskan bahwa Duta Genre bisa mewujudkan generasi yang lebih produktif, unggul, serta berkualitas tentang remaja yang sehat sebelum masa pernikahan.
“Masa remaja atau generasi muda menjadi titik awal atau hulu permasalahan, sehingga keberlangsungan atau indikasi kasus stunting pada masa selanjutnya itu dapat dicegah sedari dini,” jelasnya.
Untuk itu, Deasy meminta agar para Duta Genre dapat melakukan sosialisasi dan penyebar luasan pendidikan karakter terkait pencegahan stunting di generasi muda, remaja dan masyarakat luas secara umum.
“Dapat membantu memberikan pendidikan yang berkarakter kepada generasi muda, baik itu mengenai pernikahan dini, kasus narkoba dan yang penting pencegahan sex bebas guna mendukung penanganan stunting,” pungkasnya. (Adv)







