“Dengan pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan dan terpadu dapat berdampak terhadap pengurangan masalah yang ada seperti mengurangi macet dan bisa jadi jalan alternatif,” ungkapnya.
Menurut AH sapaan Wali Kota Samarinda bahwa jika dibangun adalah kereta umum, maka yang dibuat akan mirip seperti di Palembang. Sementara jika skytrain, akan mengarah seperti mass rapid transit (MRT) yang diterapkan di Jakarta. Khusus skytrain maupun kereta umum, jika masih dinilai mahal maka akan dikurangi lagi. Menurutnya yang penting pengentasan masalah macet dapat direalisasikan maksimal dan berjalan.
“Kita tidak sampai ke sana, saya sudah tugaskan BAPEDDA dengan OPD terkait untuk menyusun, kita mau skytrain monerail dimana titiknya, tadi ada rencana awal dari stadion madya Sempaja menuju Apt Pranoto,” ucapnya.
Terpisah, Plt kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Herwan Rifa’i menjelaskan, itu merupakan rencana jangka panjang dari Pemkot Samarinda. Untuk menciptakan transportasi massal yang memadai.







