Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AdvetorialDPRD KALTIM

Stunting di Kaltim Masih Tinggi, Ananda Emira Moeis Minta Pemprov Jadikan Perhatian Serius

15
×

Stunting di Kaltim Masih Tinggi, Ananda Emira Moeis Minta Pemprov Jadikan Perhatian Serius

Sebarkan artikel ini
(Foto: Anggota komisi IV DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis/Ist)
Example 72090

apakabar.co — SAMARINDA – Anggota komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis menyoroti kasus stunting yang masih tinggi di Kaltim.

Nanda sapaan karibnya mengungkapkan hingga saat ini angka stunting di Bumi Mulawarman masih berada di angka 23 persen. Untuk itu, dirinya menekankan kasus stunting ini harus jadi perhatian serius Akmal Malik, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.

Banner 300x600

“Stunting di Kaltim tak turun-turun, masih di angka 23 persen. Itu sudah jadi salah satu prioritas kebijakan pusat dan daerah,” Ungkap Nanda. Selasa (14/11/2023).

Lebih lanjut, Nanda menjelaskan banyak faktor pemicu stunting kompleks dan harus ditangani dari remaja putri, ibu hamil, hingga penanganan ibu terhadap anaknya.

“Peran pemerintah amat vital dalam penanganan stunting, termasuk juga mengoptimalkan posyandu di desa-desa. Jika dijalankan sesuai prosedur, tumbuh kembang anak dapat terawasi penggiat posyandu,” Jelasnya.

Politikus PDIP Kaltim ini menegaskan posyandu berperan vital untuk menangani kasus stunting lantaran menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil dan balita.

“Posyandu adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Melalui Posyandu, kita bisa mendeteksi dini dan mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Kaltim,” pungkasnya. (Adv)

Example 300250
Example 120x600
Example 72090