apakabar.co — SAMARINDA – Permasalahan buku siswa di sekolah masih menjadi momok meresahkan bagi sebagian warga kota Samarinda.
Hal itupun mendapat sorotan dari anggota komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ahmad Sopian Noor. Ia mengungkapkan salah satu solusi terhadap buku wajib adalah dengan menggunakan subsidi silang atau pembayaran angsuran, karena hal ini bergantung pada kemampuan siswa dan taraf hidup orang tuanya. Standar hidup orang tua siswa sangat bervariasi, ada yang berasal dari kalangan menengah ke bawah atau berada dan ada pula yang berasal dari kalangan menengah atas.
“Contohnya semisal biayanya 500 ribu bisa kredit 100 ribu/bulan atau berapa insyaallah ada solusinya untuk buku wajib,” ungkapnya Sopian sapaan karibnya. Jum’at (14/7/2023).
Sopian juga menyebutkan bahwa buku pendamping tidak dapat diperjualbelikan. Namun, ia memberikan solusinya dengan menggunakan buku online untuk sementara sampai uang mencukupi, lalu membelinya melalui sekolah dengan uang BOS.
“Makanya pertama bagaimana menimbulkan minat baca anak kita dan bagaimana orang tua memperhatikannya,” Ucapnya.
Politisi dari fraksi Golkar itu menambahkan dunia pendidikan ini semua perlu perhatian bukan hanya dari dinas pendidikan dan orang tua tapi lingkungan juga.
“Karena kadang-kadang macam-macam hal yang timbul di masyarakat salah satunya minat baca dan minat sekolah yang kurang,” Pungkasnya. (Adv)







