JAKARTA – Politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, membantah tudingan bahwa pengunduran dirinya dari kursi anggota DPR RI dilakukan demi masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih.
Diketahui, saat ini terdapat dua posisi menteri yang kosong usai Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet. Dua kursi tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Nama Saraswati, yang juga keponakan Presiden Prabowo, sempat disebut-sebut akan menempati posisi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo.
Namun, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (15/9/2025), Saraswati menepis isu tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan mundur dari DPR RI sama sekali tidak berkaitan dengan jabatan menteri.
“Dengan segala hal yang terjadi sejak 15 Agustus, mohon maaf baru sempat memposting laporan kerja masa sidang ke-IV yang lalu. Dan ini tidak ada kaitannya dengan jabatan Menpora. Kalau itu tujuannya, saya tidak perlu mundur dari DPR RI,” tulis Saraswati.
Ia juga menegaskan, selama Prabowo menjabat sebagai presiden, hampir mustahil dirinya ditunjuk sebagai menteri. Menurutnya, bahkan saat dirinya duduk di DPR, masih ada pihak yang menuding keterpilihannya semata-mata karena hubungan keluarga dengan Prabowo.
“Selama Pak Prabowo presiden, hampir mustahil saya menjadi menteri di kabinet beliau. Di DPR yang dimana saya terpilih langsung oleh rakyat masih dituduh karena saya keponakan, apalagi jadi menteri,” tegas Saraswati. (*)




