Samarinda – Dengan semangat memperbaiki lahan kritis sekaligus menyiapkan generasi petani masa depan, enam petani muda Kalimantan Timur (Kaltim) memulai perjalanan baru menuju peningkatan kompetensi melalui program pembelajaran intensif hasil kerja sama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Mereka adalah para lulusan dan siswa SMK-SPP Negeri Samarinda: Muhammad Damuri, Prayoga Ade Abdillah, I Putu Ardiana Yasa Prasetia, Gilang Ariani, Mispan, dan Han’s Millian, yang diberangkatkan untuk mengikuti pendampingan terstruktur di bidang pertanian modern.
Program ini berfokus pada tantangan spesifik Kaltim, yakni pemanfaatan dan perbaikan lahan bekas tambang menjadi kawasan pangan yang produktif. Lahan-lahan keras dan kritis tersebut akan menjadi laboratorium nyata bagi para peserta untuk menerapkan teknologi pertanian modern yang mereka pelajari.
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk rehabilitasi lahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kinerja tenaga muda sektor pertanian. HKTI Kaltim menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
Ketua DPD HKTI Kaltim, Rusianto, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah langkah penting dalam menyiapkan tenaga muda pertanian yang siap menghadapi perubahan.
“Kami ingin mencetak generasi petani yang bukan hanya mampu mengolah tanah, tetapi juga menguasai ilmu, teknologi, dan inovasi. Tantangan pertanian ke depan membutuhkan SDM yang adaptif, dan keenam anak muda ini adalah bagian dari investasi besar untuk masa depan pangan Kaltim,” Ungkapnya kepada redaksi apakabar.co. Senin (8/12/2025).
Dukungan juga datang dari Pembina DPD HKTI Kaltim, Abidinsyah, serta pemerintah daerah yanf menilai bahwa program ini sebagai peluang memperkuat ketahanan pangan di wilayah yang sebagian besar lahannya terdampak aktivitas pertambangan.
Sementara itu, Koordinator Pengawas SMA–SMK Provinsi Kaltim, Suharyono, S.Mp, M.Si, menambahkan kegiatan ini sebagai model pembinaan yang layak ditiru.
“Ini adalah model yang patut dicontoh. Program kerja sama HKTI bisa meningkatkan kompetensi siswa sekembalinya nanti dari Universitas Padjadjaran sebagai pionir pertanian generasi sekarang yang sudah melibatkan teknologi. Dampaknya bukan sekadar hasil panen, tetapi juga peningkatan kinerja tenaga muda dan kualitas SDM pertanian kita,” Imbuhnya.
Untuk itu, HKTI Kaltim berharap para peserta dapat kembali dan menerapkan ilmu yang mereka peroleh untuk mewujudkan pertanian produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Keenam petani muda ini diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa semangat baru bagi sektor pertanian di Kaltim. (*)




