LAMPUNG UTARA, apakabar.co – Suasana tenang di Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, mendadak berubah duka setelah Safitri (56), seorang janda yang akrab disapa Eni, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya.
Korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut tersumpal, memunculkan dugaan kuat bahwa ia menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan.
Peristiwa tersebut terungkap pada Sabtu (11/7/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kecurigaan warga bermula ketika rumah korban tampak gelap dan tidak menunjukkan aktivitas selama tiga hari berturut-turut.
Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian menghubungi adik kandung korban. Bersama keluarga dan kerabat, mereka mendatangi rumah tersebut dan menemukan Safitri sudah tidak bernyawa dengan kondisi jasad mulai membusuk.
Kepada awak media, kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Christofel mengunhkapakan pelaku mengacak-acak isi rumah untuk mencari barang berharga sebelum menghabisi nyawa korban.
Dugaan tersebut diperkuat dengan hilangnya sejumlah uang dan perhiasan emas milik korban.
“Berdasarkan hasil olah TKP, korban merupakan korban pencurian dengan kekerasan. Saat ditemukan, listrik rumah sengaja dipadamkan dan sejumlah barang berharga milik korban, termasuk uang dan emas, telah hilang,” Ungkap Ivan. Rabu (15/7/2026).
Usai melakukan olah TKP, pihak kepolisian pun langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah penemuan jasad korban. Dalam waktu kurang dari delapan jam, tim Satreskrim Polres Lampung Utara berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.
“Tadi malam kurang dari delapan jam kami berhasil mengidentifikasi para pelaku hingga kemudian berhasil kami tangkap. Kedua pelaku ini warga Sungkai, Lampung Utara,” Ucap Ivan.
Saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lampung Utara. Polisi terus mendalami peran masing-masing pelaku serta melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik perampokan berdarah yang merenggut nyawa Safitri. (*)



