“My Nature Diary” Persembahan Seniman Ratih Astria Dewi Dalam Bingkai Lukisan

oleh -62 views
Hasil Lukisan Ratih Astria Dewi Dipamerkan di Lobby Salah Satu Hotel di Bali (Foto:Istimewa/RAD)

SAMARINDA.apakabar.co– Masa pandemi Covid-19 tak menghalangi untuk tetap terus berkegiatan dan menciptakan hasil karya seni yang dapat terus bisa dinikmati setiap orang.

Begitu juga seniman asal Kalimantan Timur (Kaltim), RAD art merupakan kepanjangan dari nama Ratih Astria Dewi, seniman kelahiran Kutai Kartanegara yang tetap terus menghasilkan karya-karya seni ditengah pandemi dengan menggelar pameran lukisan di Artotel Hotel Sanur Bali.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (10/9/2021) RAD atau biasa disapa Treya mengatakan ada beberapa hasil karya seni yang ia pemerkan. Seperti berkaloborasi dalam short movie Ibu Ariyani, seniman (German-Bali) dan Sani (Bali). Film tersebut mengusung konsep berupa trilogi tiga episode yang ia tampilkan saat pemeran.

Tak hanya itu, RAD art juga menampilkan karya seni berupa patung, yang mana patung tersebut diperuntukan bagi orang-orang yang datang ke pameran untuk dapat mengekpresikan apa yang ingin ditulis dipatung itu.

Selain dua hasil karya tadi, RAD art juga mempersembahkan 11 lukisan hasil karyanya untuk dipamerkan, jadi total karya yang pemerkan RAD art berjumlah 13 karya dan semua merupakan hasil karya pribadinya.

“Project movie mengusung tema dengan mengkritisi keadaan alam dan berkaitan dengan banyak hal seperti Ecotheology atau keprihatinan terhadap lingkungan,”sebutnya.

Pameran karya seni yang diberi judul “My Nature Diary” Part I itu merupakan konsep lanjutan dari pameran yang pernah ia gelar secara virtual pada tahun 2020.

“Ini lanjutan dari pameran yang pernah saya gelar secara virtual, dengan konsep seperti serial. Ditahun ini sebenarnya ada dua project lagi, yang mana satu project akan berkaloborasi dengan penulis dari Bali,” ucapnya.

Sesuai dengan rencana,pameran itu akan digelar hingga tanggal 12 Oktober 2021 mendatang, yang mana Opening Ceremony telah dilakukan pada, Kamis tanggal 9 September 2021 yang lal.

BACA JUGA :  6 Kegiatan Asyik untuk Akhir Pekan di Rumah

Tentang Kegelisahan Yang Tertuang Dalam Lukisan

Menampilkan sebuah karya seni, RAD art lebih banyak menyampaikan keberagaman kisah, perasaan, kegelisahan serta pemikiran dari sudut pandang seniman yang kemudian ditumpahkan dalam bentuk karya seni.

Kejujuran menjadi hal penting dan soul merupakan salah satu pendukung dalam menciptakan sebuah karya seni.

“Tergantung dari seniman masing-masing,” sebutnya.

Dirinya menyampaikan jika karya seni yang ia ciptakan memiliki reflektivitas, kerakter, uniqueness, pikiran, kegelisahan dan feeling, karena menurutnya ketika seseorang menghasilkan sebuh karya maka semua akan tereksplor dan publik tentunya akan mengapresiasi.

“Jangan pernah takut akan kehilangan market, tapi kembali lagi ke masing-masing personal,” ucapnya.

Terlahir di Bumi Borneo, tentu menjadi kebanggan tersendiri baginya, bahkan ia memiliki rencana untuk melakukan sesuatu dari hasil karya-karya seninya di Kaltim suatu saat nanti. Yang terpenting baginya adalah bagaimana hasil karya seni yang ia ciptakan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Ia menegaskan jika dirinya tak hanya menjadi seniman pelukis, namun ada beberapa karya seni yang ia hasilkan yang bukan hanya dari lukisan saja. Pada prinsipnya seniman harus memiliki eksplor terhadap hasil karya yang akan ia ciptakan.

Keraktaristik lukisan yang dibuat olehnya memiliki taste (rasa) serta menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan feeling di dirinya dan berkaitan dengan pemilihan karakter warna yang ia pilih.

“Sebenarnya untuk menemukan ciri khas warna butuh waktu, saya sendiri butuh waktu lama, lebih dari 10 tahun untuk menentukan ciri khas warna yang akan saya pakai. Untuk mendapatkan ciri khas dan karakter kita inginkan tidak gampang,” jelasnya.

“Jujur merupakan kunci ketika kita menetukan krakteristik karya yang kita hasilkan dan jangan takut terhadap masalah market,” sambungnya.

BACA JUGA :  5 Makanan Yang Mengandung Vitamin C Untuk Bantu Jaga Imun Tubuh

Dalam menghasilkan sebuah karya seni dan menuangkan ide, pikiran serta perasaan dalam sebuah karya menurutnya kualitas adalah hal yang paling penting, karena jika kita memiliki kualitas secara otomatis market akan datang.

Hal yang berbeda justru diakui Treya, alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Solo tersebut menilai jika perasaan tidak mood menjadi sebuah keuntungan bagi dirinya dalam menghasilkan sebuah karya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Tak hanya itu, untuk terus membuat feeling dan taste tetap terus terjaga dirinya selalu menyempatkan waktu minimal empat jam dalam sehari untuk berkarya, hal itu ia lakukan sebagai bentuk mendisiplinkan diri.

“Berkarya dalam seni merupakan feeling, menyembuhkan satu rasa yang ada pada diri saya dan melengkapi diri saya sendiri,” jelasnya.

Memulai karir sebagai seorang seniman tentu terdapat ratusan lukisan yang ia hasilkan dan disetiap lukisannya pun memiliki nominal harga yang wajar dalam sebuah hasil karya seni.

Tentunya tergantung pada teknik yang digunakan, durasi pengerjaan, esensi apa yang ada dalam karya seni, seberapa dalam pemaknaan dan seberapa rumit detail yang ada. Dalam proses pembuat karya seni dirinya menggunakan oil painting 70% dan 30 % akrilik sebagai based, untuk pemilihan material canvas ia lebih memilih survei karakter bahan mentah canvas mana yang akan digunakan.

“Semua hal tersebut memiliki kepuasan tersendiri bagi saya saat kita sendiri yang mempersiapkan material dalam proses penciptaan sebuah karya seni. Oleh karena, kita dapat mengetahui dari awal material yang kita pilih tentu akan jauh lebih mudah bagi kita untuk menentukan akhir dari karya seni tersebut. Esensi dan kualitas karya seni yang baik membantu dalam menentu proses nilai suatu karya seni diluar dari aspek yang lainnya,” pungkasnya.