Andi Harun Angkat Bicara Terkait Sikap Tak Terpuji Anak Anggota Dewan Kepada Satgas Covid-19

oleh -22 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun Berikan Tanggapan Terkait Sikap TakTerpuji Anak Anggota DPRD Kota Samarinda Kepada Satgas Covid-19

SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda Andi Harun akhirnya angkat bicara terkait kejadian yang viral dimedia sosial (medsos) terkait pemuda pemilik kafe yang merupakan anak anggota DPRD Kaltim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengacungkan “jari tengah” kearah Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat diberikan sosialisasi mengenai penerapan PPKM dan instruksi Wali Kota Samarinda pada, Selasa (27/7/2021) malam yang lalu.

Ditemui dianjungan kantor Balaikota Samarinda, Andi Harun mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui jika pemuda tersebut merupakan anak dari anggota dewan Kota Samarinda Abdul Rofik.

“Saya juga kaget membaca tanggapannya di media, seharusnya pertama mengakui salah, kedua dan meminta maaf agar masalah cepat selesai,” ucapnya media, Kamis (29/7/2021).

AH biasa Wali Kota disapa menjelaskan jika tidak benar kalau PPKM mikro tidak diatur, dikatakannya bahwa memang benar jika ada pelonggaran yang diberikan oleh Presiden yakni bisa makan ditempat dengan waktu 20 menit dan juga buka hanya sampai jam 21.00 malam.

“Kejadian itu pada jam 22.00 berarti sudah ada pelanggaran disana. Lagipula Satpol PP kesana hanya datang mengingatkan untuk segera menutup kafe, tetapi kemudian tanggapannya dengan mengacungkan “jari tenah” ke arah petugas itu tentu sangat kasar dan itu harusnya menjadi contoh,” sebutnya.

BACA JUGA :  Pastikan Keamanan Jelang Idulfitri, Wali Kota Samarinda Tinjau Beberapa Titik Pos Operasi Ketupat

“Saya berharap beliau menyadari itu,” sambungnya.

Jika bicara hukum dari segi akdemik, ia menyebut jika kejadian itu itu sangat memenuhi unsur 316 KUHP. Dirinya pun berharap ini adalah kejadian yang terakhir. Mengingat perjuangan dari pemerintah, tenaga kesehatan (nakes) dan relawan sudah banyak yang berguguran menghadapi pandemi saat ini.

“Harusnya kita bersama-sama prihatin, kewajiban mereka sebagai satgas covid memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara yang persuasif,” katanya.

Tanggapan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda

Kejadian mengacungkan “Jari Tengah” yang dilakukan pemilik kafe ke arah satgas covid-19 ikut menyerat nama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pasalnya sang pemilik kafe merupakan anak dari politisi yang saat ini duduk di gedung rakyat yang terlekat di Jalan Basuki Rahmat.

Menanggapi hal itu Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain pun ikut angkat bicara, ia menyebut bahwa penerapan pembatasan yang dimulai sejak April 2020 dengan berbagai nama PSBB, PSBB Transisi, PSBB Ketat, PSBB Transisi 2, PPKM mikro, PPKM darurat sampai PPKM level IV saat ini memang menguras emosi dan menguji kesabaran.

BACA JUGA :  Pemkot Samarinda Larang Kegiatan Bedug Sahur Selama Bulan Ramadan

Terlebih kondisi pandemi selama hampir satu tahun lebih ini memang menjadi pukulan sangat berat bagi sektor usaha, seperti sektor UMKM, tentu gesekan saat penertiban kadang tidak bisa dihindari. Apalagi dengan menunjukan sikap yang tidak terpuji kepada petugas satgas yang melakukan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19.

“Beliau anggota saya, maka saya memanggil serta menasehati langsung ayah yang bersangkutan untuk  bersifat lebih koperatif pada aparat dan lebih mengawasi usaha putranya agar ketat mengikuti protokol kesehatan, apalagi usaha ini digawangi anak-anak muda yg tingkat emosi masih relatif tinggi,” ucapnya melalui pesan Whatapp, Jumat (30/7/2021).

Ia menegaskan jika bagaimapun juga harus tetap mendukung upaya pemerintah khususnya Satpol PP dalam menegakkan disiplin sarta peraturan. Apalagi saat ini Satpol PP berupaya menjadi lebih humanis.

“Ayah yang bersangkutan juga menyampaikan bahwa malam itu juga setelah peristiwa berlalu, beliau langsung menegur dengan tegas dan memberi nasehat pada putranya. Anak yg bersangkutan meneteskan air mata dan mencium tangan ayahnya setelah itu,”ucapnya mengakhiri.