Pemkot Samarinda Siapkan Lahan Untuk Relokasi Pasar Dayak dan Pasar Subuh

oleh -49 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun Saat Melakukan Tinjauan Ke Pasar Dayak Beberapa Waktu Yang Lalu

SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar rapat terkait relokasi pasar tradisional dayak yang berada di Jalan P.M Noor Samarinda Utara, Jumat (30/7/2021) di Kantor Balaikota Samarinda.

Wali Kota Samarinda Andi Harun usai menggelar rapat mengatakan bahwa relokasi tersebut sedang dalam pembicaraan perencanaannya, termasuk mekanisme pengadaan tanahnya, review terhadap desain serta analisa lalu lintasnya dan anggarannya.

“Pengadaan lahan direncanakan diperubahan, untuk bangunan ditahun 2022. Hari senin baru bekerja, saya kasih waktu seminggu. Kita masih cari alternatif untuk satu atau dua tingkat, kita harus inventarisir dulu jumlah pedagangnya karena yang kita pindahkan juga sebagian di pasar subuh dan pembebasan lahan tidak sampai satu hektar,” ucapnya pada media.

Ia menjelaskan bahwa kebetulan rencananya diwilayah tersebut masuk kegiatan pengendalian banjir, yakni disisi simpang 4 Jalan Pandjaitan. Selain itu Pemprov rencananya juga akan membuat saluran di Jalan PM Noor jadi dirinya menilai jangan sampai ada kendala sosialnya.

BACA JUGA :  Andi Harun Sidak Dua Pasar Utama di Samarinda, Penataan Parkir Jadi Fokus Utama
Andi Harun Menemui Media Usai Menggelar Rapat Terkait Relokasi Pasar Dayak di Jalan PM. Noor, Jumat (30/7/2021)

“Kan bukan cuma pedagang warga dayak, tapi juga di Pasar Subuh. Jadi ada satu solusi untuk dua tempat,” jelasnya.

Sementara itu Seketaris Umum (Sekum) Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DADKT) Martinus Usat mengatakan bahwa pasar yang ada saat ini berada di fasilitas umum dan diatas drainase, tentu sangat tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Namun menurutnya karena situasi ekonomi dan menyangkut hajat hidup orang banyak pemerintah saat ini memberikan kelonggaran agar perekonomian bisa terus berjalan.

“Dengan adanya dorongan Wali Kota untuk membantu masyarakat khususnya pasar dayak yang akan direlokasikan dan memperjuangkan agar pasar dayak tersebut dapat terbangun demi menunjang perekonomian masyarakat sesuai visi misi Pemkot Samarinda,” ucapnya.

Martinus mengatakan jika masyarakat adat dayak sangat berterima kasih kepada Pemkot Samarinda dan dinas terkait karena sudah membantu proses pembangunan, ia berharap agar dapat segera terealisasi dengan baik dan lancar.

BACA JUGA :  Lakukan Gerakan Pencegahan Covid-19, TP-PKK Kota Samarinda Semprot Cairan Eco Enzyme di Pasar Segiri dan Pagi

“Pembebasan lahan dan penggantiannya nanti ikuti prosedur yang ada agar tidak ada masalah dikemudian hari,” sebutnya.

Dijelaskan mantan anggota dewan tersebut jika lahan yang ada sekarang berukuran 35×50 meter persegi tepatnya dijalan PM. Noor, namun ada sedikit pembebasan untuk fasilitas akses jalan menuju kedalam pasar.

“Sesuai perencanaan dari PUPR, dilahan tersebut nantinya akan ada tempat parkir. Karena tak hanya pasar dayak, tapi juga akan ada pasar subuh yang akan direlokasi disitu maka sesuai dengan permintaan Wali Kota jika tak cukup satu lantai kemungkinan dua lantai,” jelasnya.

“Pedagang yang aktif saat ini ada 30 pedagang, daftar di kita ada 70 pedagang. Belum termasuk pasar subuh, semoga bisa terakomodir sesuai dengan keuangan kita,” pungkasnya.