SAMARINDA, apakabar.co – Kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan langsung oleh Walikota Samarinda, Andi Harun, dengan meninjau lokasi kebakaran Gedung SMP Negri 2 Samarinda di Jalan KH Akhmad Dahlan, Kamis (2/4/2026).
Didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Andi Harun meninjau bangunan sekolah yang terdiri dari dua lantai dengan total delapan ruang kelas. Empat ruang berada di lantai satu dan empat lainnya di lantai dua, yang menjadi fokus pemeriksaan awal pemerintah kota.
Dari hasil peninjauan sementara, lantai satu dinilai relatif aman, sementara kerusakan berat terlihat pada sejumlah ruang kelas di lantai dua. Meski demikian, Andi Harun menegaskan bahwa penilaian tersebut masih bersifat visual dan belum dapat dijadikan dasar keputusan teknis.
“Penilaian ini masih bersifat visual. Kita tetap memerlukan kajian teknis dari pihak berkompeten,” Ungkapnya saat berkeliling ke lokasi pasca kebakaran SMP Negeri 2 Samarinda.
Usai peninjauan, Andi Harun langsung menggelar rapat mendadak di ruang kepala sekolah dan mengeluarkan sejumlah instruksi strategis. Dirinya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera melakukan analisis teknis, termasuk perhitungan kebutuhan anggaran rehabilitasi bersama konsultan profesional serta inventarisasi kerusakan meubelair.
“Seluruh laporan saya minta rampung paling lambat Selasa (7/4/2026) sebagai dasar penanganan lanjutan,” Tegas Andi Harun.
Sementara itu, pemerintah kota melarang penggunaan seluruh ruang kelas hingga hasil kajian teknis keluar dan perbaikan selesai. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dengan pengaturan dari pihak sekolah.
Pemerintah juga menginstruksikan percepatan pembersihan area terdampak oleh BPBD, DLH, dan Dinas Pemadam Kebakaran, sebagai bentuk komitmen menjaga keselamatan siswa dan keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat. (ADV)




