Berakhir di Balaikota, Perjalanan Pria Asal Samarinda Yang Menggunakan Egrang Dari Balikpapan-Samarinda

oleh -14 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun Sambut Heru Prasetyo Pria Yang Berjalan Dari Balikpapan-Samarinda Dengan Menggunakan Egrang, Senin (23/8/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Memaknai Hari Kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya melalui semangat perjuangan pantang menyerah. Di era saat ini, perjuangan tak lagi melawan penjajah tapi juga melawan ketidak yakinan pada diri sendiri.

Itulah yang dilakukan Heru Prestyo, pria asal Samarinda yang berhasil menaklukan panjangnya jalan Balikpapan menuju Samarinda dengan menggunakan Egrang. Dirinya menempuh perjalanan sejauh 112,3 kilometer selama 6 hari sejak tanggal 17 Agustus 2021 pukul 08.00 dari Balikpapan, demi memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 76.

“Awalnya kemarin saya berniat untuk memperingati HUT RI 76 karena mungkin kegiatan umum kita dibatasi, tapi saya ambil alternatif ambil jalan dari Balikpapan ke Samarinda dengan engrang,” ucapnya saat mengakhiri perjalanan di Kantor Balaikota Samarinda, Senin (23/8/2021).

Semangat pantang menyerah Heru dibuktikan dengan kegigihannya, rasa lelah dan penuh peluh tidak menjadi penghalang langkah demi langkah yang ia pijak di atas lapisan kayu yang membawanya menuju Samarinda.

Tak hanya itu, berbagai kendala ia hadapai dengan penuh semangat demi perjuangan menuju Kota Tepian. Teriknya matahari hingga dinginnya tetesan air hujan dibuatnya menjadi energy untuk meraih hasil perjuangan yang ia inginkan.

“Kendala nya itu sendiri karena cuaca yang cepat berubah, kadang hujan terus tiba-tiba panas, itu sedikit berpengaruh saat kita jalan,” sebutnya.

“Selain itu, kendaraan relatif banyak namun saya tetap mengikuti rambu-rambu dengan tidak terlalu ke tengah jalan,” sambungnya.

Kendala fisik mungkin hal yang paling utama, maklum usia Heru saat ini menginjak 44 tahun, tapi sekali lagi ia tegaskan bahwa itu bukan menjadi penghalang baginya.

BACA JUGA :  Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Jurnalis, AJI Kota Samarinda Gelar Aksi Solidaritas dan Bacakan Pernyataan Sikap
Wali Kota Samarinda Andi Harun Mencoba Egrang

Perjalanan selama 6 hari, kadang membuat dirinya tidak menentu, termasuk saat ingin beristirahat sembari mengumpulkan kembali energy. Sekiranya masih fit lantas ia putuskan untuk kembali berjalan, tapi kala sudah dirasa menurun dan memaksa harus menepi ia putuskan lembali beristirahat. Rumah warga menjadi tempat persinggahan ditengah rimbunya hutan yang dikenal dengan sebutan ‘Bukit Suharto’

“Kalau malam kita gak lanjut, biasanya jam setengah 6 untuk mencari penginapan yang sekiranya bisa di tempati. Rumah warga kantor lurah atau Kantor Polsek itu yang kita cari,” ucapnya.

Selama perjalanan ia tempuh Heru memang menyiapkan biaya sendiri dengan dana pribadi, tetapi ada aja bantuan dan simpati warga yang membantu demi mewujudkan cita-cita nasionlismenya.

Tepat hari ini, Senin (23/8/2021) dirinya resmi mengakhiri perjalanan di Balaikota Samarinda, dirinya disambut hangat oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Dengan sedikit mengumpulkan nafas Heru kembali bercerita mengapa memilih egrang. Ia memilih egrang yang merupakan permainan tradisional karena memang menyukainya dan merupakan yang spesial dalam hidupnya. Bahkan Heru sempat  menyampaikan kepada Wali Kota untuk selalu mendukung dan melestarikan permainan tradisional tersebut.

“Ini alat buatan sendiri, jenis kayunya Sungkai, ukuran dari bawah ke injakannya sekitar 80 cm, sedangkan dari injakan ke atas itu 2 meter,” jelasnya.

BACA JUGA :  Opsi Beli Lahan Untuk TPS di Jalan Cendana, Andi Harun : Aksesnya Juga Harus Diperhitungkan

“Kayu nya memang seperti itu, karakter nya agak lentur kalau di bikin injakan yang tinggi memang seperti itu,” sebutnya.

Kenangan Wali Kota Samarinda, Pernah Ikuti Lomba Egrang di Kampung Halaman

Rupanya egrang merupakan permainan yang tak asing bagi orang nomor satu di Pemkot Samarinda tersebut, disela-sela menyambut kedatangan Heru Presetyo pria asal Samarinda yang menempuh perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda dengan menggunakan egrang. Ternyata di masa kecilnya Andi Harun merupakan peserta lomba egrang yang tak bisa dianggap remeh.

Ia mengaku selalu terlibat aktif dalam lomba-lomba 17 Agustusan, seperti lari enggrang, panjat pinang, tarik tambang dan cerdas cermat.

“Selama saya di sekolah aktif. Selalu dapat juara kecuali panjat pinang. Egrang biasanya juara sama cerdas cermat. Hadiah yang pernah diterima itu buku tulis,” ungkap Andi Harun sambil tertawa mengingat masa-masa mudanya.

Puluhan tahun berlalu ternyata keahliannya bermain egrang belum hilang. Ia pun nampak menikmati bermain di depan banyak pasang mata.

Dirinya pun sangat mengapresiasi inisiatif atas perjuangan Heru Prasetyo yang melakukan perjalanan menggunakan egrang, pilihan itu mengekpresikan rasa cinta tanah air.

“Kita berharap bahwa situasi untuk hidup normal baru dan adaptasi baru dapat segera terlaksana karena kita tidak tau sampai kapan ini terus ada, kegiatan termasuk perayaan HUT yang biasa penuh Euforia bisa kembali terwujud.

“Mudahan ini bisa segera masuk dan saya mendukung penuh jika di hidupkan sebagai budaya dan olahraga rakyat,” pungkasnya.