H-1 Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Pemkot Samarinda Mantapkan Persiapan

oleh -8 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun

SAMAARINDA.apakabar.co– Jelang kedatangan orang nomor satu di Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan persiapan dengan matang. Salah satu tempat yang akan didatangi Jokowi ialah SMP Negeri 22 Samarinda Jalan Pahlawan.

Presiden Jokowi rencannya akan meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk 1.053 pelajar. Dalam pentauan apakabar.co persiapan pelaksanaan tersebut tengah dilakukan termasuk pengamanan di sekitar sekolah.

Wali Kota Samarinda Andi Harun pada saat itu pun terlihat memantau langsung jalannya persiapan penyambutan.

“Pertama kebersihan tempat kemudian hasil evaluasi kemarin termasuk kesiapan tenda selesainya jam berapa.  Karena tempat ini nanti juga akan di sterilisasi sekitar pukul 16.00,” ucapnya, Senin (23/8/2021).

Andi Harun memberikan bocoran bahwa Presiden akan melakukan pengecekan dan monitor kegiatan vaksinasi  di SMPN 22 Samarinda secara langsung  dan 9 kabupaten kota melalui virtual. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda menyiapkan peralatan untuk zoom meeting.

Kejadian yang tak diinginkan selama berjalannya kunjungan disebutkan Andi Harun akan seminimal mungkin dihindari. Salah satunya adalah genangan air yang ada pada halaman sekolah.

“Kita menyiapkan pompa portabel nanti yang bersifat teknis. Dari sekolah akan mendapatkan dukungan dari OPD teknis. Kalau sekolah ini kan menyiapkan tempat. Semua alat teknis didukung OPD pemkot dan pemprov, termasuk antisipasi hujan juga,” sebutnya.

BACA JUGA :  Perhatikan Tiga Aspek, Andi Harun Yakini Program 100-300 Juta Per RT Minim Kesalahan

Selain itu, semua anak anak yang mengikuti vaksinasi dilakukan tes PCR terutama yang kontak langsung dengan presiden.

Pelaksanaan vaksinasi itu juga dipantau Presiden Jokowi di 10 Kabupaten Kota di Kaltim melalui virtual.

“Makanya kami siapkan zoom meeting yang di sambungkan dengan pihak pelaksana vaksin. Setelah itu beliau bergerak ke lamin Etam memberikan arahan sepada seluruh Wali Kota/Bupati di Kaltim,”ucapnya.

Andi Harun juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengikuti aturan protokoler istana negara, karena situasinya pandemi Covid-19 sehingga kedatangan presiden tidak seperti dulu sebelum ada pandemi.

“Kalau bapak Presiden kan tokoh yang sangat merakyat sebenarnya tidak ada keinginan untuk membatasi hanya karena situasi saat ini makanya diterapkan protokol supaya tidak mengakibatkan kerumunan. Sehingga saya minta kepada warga doakan saja beliau semoga kedatangan membawa berkah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 22 Asmuran bersyukur bahwa Pemkot Samarinda melaluin Dinas PUPR Kota Samarinda  dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda telah membantu membersihkan dan memperbaiki drainase di lingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Kaltim Dapat Rapor Merah, Henry Pailan Minta Pemerintah Komitmen Terkait Pencegahan dan Penanganan Covid-19

“Tim khusus hantu banyu hari pertama kita turunkan 15 orang.  Jam berikutnya 20 orang . Hari ini tim dari DLH menambah,” ujar Asmuran.

Pihak sekolah sendiri  berperan dalam menyiapkan tempat, tenaga, dan konsumsi.  Salah satunya, persiapan ruang  transit  presiden di ruang kepala sekolah. Pihak SMPN 22 juga bekerjasama dengan SMKN 1 Samarinda untuk menyiapkan 5 ruang kelas untuk tempat transit pelajar sebelum atau sesudah melakukan vaksinasi. Dimana, per kelasnya akan diisi 20 orang dan sistem keluar-masuknya akan dijadwalkan secara berturut.

Terkait  1.053 pelajar yang mengikuti vaksinasi, Asmuran mengakui ada beberapa orang tua yang tidak menyetujui anaknya mendapatkan vasin tersebut.

“Kalau ada yang izinkan atau tidak, memang ada beberapa orang tua siswa yang tidak mau. Tapi itu bukan hambatan bagi kita,  kita tidak memaksakan. Tapi itu syarat mutlak untuk pembelajaran tatap muka. Terserah mereka mikirnya ikut atau nggak,” jelasnya.

Informasi yang didapat bahwa terdapat 100 pelajar yang disiapkan untuk menyambut  Presiden Jokowi. 100 pelajar tersebut akan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Hari ini 100 pelajar tersebut dilakukan tes swab antigen dan esoknya dilakukan tes swab PCR.