Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Cara dan Upaya Kepolisian di Samarinda, Borong Dagangan Penjual Sayur Agar Penjual Mau Di Vaksin

242
×

Cara dan Upaya Kepolisian di Samarinda, Borong Dagangan Penjual Sayur Agar Penjual Mau Di Vaksin

Sebarkan artikel ini
Anggota Kepolisian Polsek Kota Samarinda Bersama Pedagang Sayur di Jalan Jelawat Samarinda

SAMARINDA.apakabar.co– Berbagai cara dan upaya dilakukan agar masyarakat segera mengikuti vaksinasi demi mendapatkkan kekebalan tubuh. Termasuk menyakinkan kepada warga masyarakat jika vaksinasi wajib dilakukan demi rasa aman terhadap penyebaran Covid-19.

Hal itulah yang dilakukan anggota kepolisian terhadap lansia berusia 61 tahun yang sehari-hari berjualan sayur di Jalan Jelawat Samarinda agar mau divaksin.

Cerita itu bermula saat, Minggu (16/1/2022) anggota kepolisian melakukan sosialisai dan mengajak warga masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang merupakan salah satu program dari pemerintah guna menghadang laju perkembangan Covid-19.

Anggota Kepolisian Memborong Sayur Dagangan Ibu Wasiem Sebagi Cara dan Upaya Agar Mau Divaksin

“Awalnya si ibu kita datangi untuk menyapaikan maksud agar mau mengikuti vaksin, namun tidak mau dengan alasan takut dan tidak punya waktu karena harus berjualan. Anggota juga sempat menawarkan diri untuk menjaga dagangan beliau sementara waktu, namun ibu tersebut tetap menolak,” ucap Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Creato Sonitehe Gulo saat dihubungi, Senin (17/1/2022).

Lantas, anggota Polsek Samarinda Kota pun  berinisiatif untuk menawarkan memborong seluruh dagangan agar sang ibu mau untuk mengikuti vaksinasi.

“Alhamdulillah setelah kita borong, si ibu mau diantara untuk di vaksin,” sebutnya.

Kompol Gulo menerangkan, seluruh dagangan sayur ibu yang bernama Wasiem itu diborong semua dengan harga 500 ribu dan dagangan tersebut dibagikan ke lingkungan Polsek Samarinda Kota.

“Selain membantu perekonomian ibu Wasiem, kegiatan ini juga sebagai membantu program vaksinasi pemerintah untuk para lansia,” tuturnya.

Ibu Wasiem sendiri telah berjualan sayur sejak 10 tahun terakhir, mengenai dirinya yang belum pernah melakukan vaksinasi, Wasiem mengaku takut lantaran mendengar pemberitaan tentang dampak vaksin.

“Belum, mbah takut, tapi ya bismillah lah kita manut sama pemerintah, kita niatnya selamat minta seger waras,” ucap Ibu Wasiem.

Program vaksinasi ini, dijelaskan Gulo merupakan tindak lanjut atas perintah Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli dan merupakan program pertama semenjak  menjabat Kapolres Samarinda sejak awal tahun 2022.

“Program Cari Jemput Antar (Cetar) ini sendiri untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakat lanjut usia di sekitar wilayah kita yang di prakarsai langsung pak Kapolres,” ucapnya.

“Saat ini kita sudah mencapai target 60 persen vaksinasi untuk lansia, ya kita menargetkan vaksin ini bisa sampai diangka 100 persen,” sambungnya.

Dijelaskan Gulo kembali jika program cetar merupakan program “jembut bola” pihak Kepolisian Samarinda, dimana setiap warga yang sudah lansia akan dijemput pihak kepolisian dari rumah dan diantar untuk melakukan vaksinasi.