Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Anak Usia 6-11 Tahun Perdana di Suntik Vaksin, Andi Harun Berharap Orang Tua Berperan Aktif

289
×

Anak Usia 6-11 Tahun Perdana di Suntik Vaksin, Andi Harun Berharap Orang Tua Berperan Aktif

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Mall Plaza Mulia, Senin (17/1/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespons positif pelaksanaan vaksinasi yang kini telah merambah usia 6-11 tahun. Tentunya vaksinasi tersebut bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh bagi anak-anak usia dini.

Kepada media usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Andi Harun mengatakan bahwa vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun memang telah lama dinanti masyarakat, khususnya warga Samarinda. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya pelaksanaan telah dilakukan di Balikpapan.

“Kita akan terus berlanjut ketersediaan stok vaksin kita kurang lebih 80rb . Hari ini mulai start,” ucapnya di Mal Plaza Mulia, Senin (17/1/2022).

Wali Kota Samarinda Bersama Forkompinda Saat Pelaksaan Vaksinasi

Melalui vaksinasi anak perdana ini, dirinya lantas mendorong seluruh sekolah baik negeri maupun swasta serta para orangtua agar segera mendaftarkan dan aktif mengikuti vaksin. Baik yang dilaksanakan Pemerintah maupun TNI-Polri.

“Pengalaman kita di masa pandemi yang high level kemarin, berkat keterpaduan kerjasama yang sangat kompak antara pemerintah TNI-Polri. Kita berhasil melewati masa sulit itu,” sebutnya.

Terkait target vaksinasi untuk usia 6-11 Tahun tersebut, ia menjelaskan bahwa nanti akan bergantian antara pemerintah dan instansi yang lain.

“Pak Dandim hari ini sudah dimulai, besok ada lagi. Saya juga sudah minta perintahkan kepada kepala dinas. Jangan stop. Begitu ada ,langsung kita laksanakan, jelasnya.

Dirinya bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan mempelajari situasi terakhir. Yang mana, perkembangan terakhir kasus omnicron di Jakarta saat ini sudah masuk ke beberapa daerah di Indonesia.

“Di Jakarta ada belasan sekolah yang sudah dibuka untuk PTM 100 persen sementara dihentikan. Karena di DKI Jakarta ada 725 kasus, 525 diantaranya karena PTM dan Perjalanan luar negeri sekitar 25 persen. Dan 180 kasus itu sudah karena transisi lokal. Per kemarin sore Medan sudah mulai masuk, jadi kita harus waspada,” ucapnya.

“Evaluasi terus menerus kita laksanakan sambil melihat fenomena kasus yang ada di DKI dan tempat lain. Tapi kita tidak boleh panik. Kita harus tetap tenang melihat perkembangannya,” pungkasnya.