Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar TerkiniNasionalPolitik

Reshuffle Kabinet, Nama Gatot Nurmantyo Disebut Calon Menko Polhukam

300
×

Reshuffle Kabinet, Nama Gatot Nurmantyo Disebut Calon Menko Polhukam

Sebarkan artikel ini
(Foto: Mantan panglima TNI, Jendral (purn) Gatot Nurmantyo/doc)
(Foto: Mantan panglima TNI, Jendral (purn) Gatot Nurmantyo/doc)

JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo disebut masuk dalam bursa calon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) menggantikan Budi Gunawan. Posisi tersebut kosong usai Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.

Menanggapi isu tersebut, Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai wajar jika nama Gatot muncul sebagai kandidat. Ia menyebut hubungan Gatot dengan Presiden Prabowo maupun Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama ini tidak memiliki masalah.

“Jadi sah-sah saja kalau nama Gatot masuk dalam nominasi Menko Polhukam pengganti Budi Gunawan,” ujar Selamat Ginting kepada wartawan, Senin (15/9/2025).

Namun, menurut Selamat, hubungan Gatot dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kurang harmonis. Hal itu merujuk pada pencopotan Gatot dari jabatan Panglima TNI sebelum masa pensiunnya tiba.

“Apalagi ada pameo politik, musuhmu adalah kawanku. Gatot yang berseberangan dengan Jokowi bisa menguntungkan bagi Prabowo. Tapi untuk menjadi Menko Polhukam, saya kira tidak,” katanya.

Selamat menambahkan, Prabowo kemungkinan besar akan lebih mengutamakan orang-orang dari lingkaran dekatnya. Gatot dinilai tidak memiliki peran signifikan pada Pilpres 2024 dan bahkan sempat menunjukkan kecenderungan mendukung Anies Baswedan.

“Prabowo pernah mengatakan, kalau bisa orang yang berkeringat yang masuk dalam jajaran. Sementara Gatot bukan bagian dari timnya. Jadi kecil kemungkinan dia akan dipilih,” tegasnya.

Menurut Selamat, sejumlah nama dari kalangan militer yang lebih dekat dengan Prabowo berpeluang besar, seperti mantan KSAD Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Jenderal (HOR) Agus Sutomo, hingga Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus. Selain itu, ada pula pengaruh kuat dari Sjafrie Sjamsoeddin yang disebut sebagai salah satu tokoh militer paling dipercaya Prabowo.

“Dalam kondisi sekarang, kemungkinan Prabowo akan tetap merangkap jabatan atau menunjuk Sjafrie sementara, sembari melakukan konsolidasi politik dan keamanan,” jelasnya.

Meski begitu, Selamat tidak menutup kemungkinan Prabowo menunjuk perwira tinggi aktif berbintang empat, seperti Jenderal TNI Agus Subiyanto, Laksamana TNI Muhammad Ali, atau Laksamana (Purn) Marsetio.

“Kita lihat saja nanti keputusan Presiden Prabowo terhadap nama-nama potensial, yang kemungkinan besar tetap berasal dari lingkaran terdekatnya,” pungkas Selamat.