Diduga Lakukan Penipuan Cek Kosong, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Dilaporkan Pengusaha Asal Samarinda

oleh -27 views
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud (Foto:Internet)

SAMARINDA.apakabar.co– Ketua Komisi III DPRD Kaltim dilaporkan oleh salah satu pengusaha bernama Irma Suryani dengan dugaan penipuan berupa cek kosong.

Melalui kuasa hukumnya, Jumintar Napitupulu bahwa Kronologi awal itu muncul sejak Tahun 2016 ketika terlapor yaitu Hasanuddin Mas’ud meminjam dana kepada pelapor sebesar Rp 2,7 Miliar untuk modal bisnis solar laut dengan perjanjian oleh pihak terlapor sebesar 40 persen kepada Irma. Di sisi lain, 60 persen diterima Hasanuddin sebagai pengelola bisnis.

“Kemudian itu berjalan dalam jangka waktu satu bulan kedepan, pada perjalanannya sampai dengan akhir Tahun 2016 diawal Desember apa yang dijanjikan malah tak kunjung diberikan, bahkan modal pelapor juga sampai terhambat,” ucap Napitupulu kepada awak media, Kamis (12/8/2021).

Irma Suryani Berserta Kuasa Humum Saat Memberikan Keterang Pers Terkait Dugaan Penipuan Cek Kosong

Dari kejadian itu, pelapor meminta kepada pihak terlapor untuk kembali membicarakan terkait fee. Lantaran sudah merasa kecewa, akhirnya pelapor meminta modal yang diberikan itu segera dikembalikan.

Irma meminta segera mengembalikan modal agar pada 2 Desember 2016 bisa segera dicairkan. Namun, melalui pengakuan kuasa hukum pelapor, pihak Hasanuddin menyatakan dana tersebut jangan dicairkan terlebih dahulu.

“Jadi pihak mereka berbicara seperti ini, akan kita sanggupi untuk membayar, jadi jangan di cairkan dulu ya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sesuai Sumpah Jabatan Wakil Rakyat, Andi Harun Sampaikan Tiga Mekanisme Pembatalan RUU HIP

Irma memberikan kelonggaran, selang tiga bulan kemudian, pada 20 Maret 2017 kembali dicairkan namun tetap cek tetap tak ada titik terang sama sekali.

“Akhirnya klien kita melapor pada 9 April 2020, dari sejak itu sampai 2021 sekarang progres nya baru kemarin itu, setelah klien kita berupaya segala macam mulai dari menyurati Polda, Mabes Polri akhirnya turun perintah SP2HP untuk memerintahkan penyidikan, nah itu surat dari Polda,” jelasnya.

Dengan turunya surat tersebut, Jumintar mengatakan kliennya merasa lega. Pasalnya, terhitung sudah 1 tahun 4 bulan perkara ini dilaporkan kliennya ke Polresta Samarinda, dan baru naik ke tahap penyidikan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah maju kendati mesti berbagai cara maupun upaya ditempuh kliennya. Termasuk berkali-kali kuasa hukumnya bersurat kepada Polda Kaltim hingga ke Mabes Polri, agar kasus dugaan penipuan dengan cek kosong tersebut dapat diproses secara profesional.

Selain itu, SPDP ini juga telah dikirimkan penyidik Polresta Samarinda kepada Kejaksaan Negeri Samarinda. Menurutnya, kasus ini memang sudah semestinya dipantau oleh dua lembaga penegak hukum tersebut.

BACA JUGA :  Melamun Saat Mengemudi, Mobil Pick up Tabrak Rombong Bakso Dijalan Pangeran Suriansyah

Pihak Kepolisian Akan Panggil Hasanuddin Mas’ud

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, turut membenarkan kasus dugaan penipuan yang menyeret nama anggota DPRD Kaltim tersebut, sudah naik ke tahap penyidikan.

“Iya betul sudah ke tahap penyidikan,” ungkap Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi melalui teleon seluler, Kamis (12/8/2021) siang.

Lebih lanjut, Sena sapaan karib polisi muda itu menyampaikan, rencananya dalam waktu dekat ini, tim penyidik juga segera memanggil Hasanuddin Mas’ud untuk dimintai keterangannya.

“Iya akan kita panggil juga. Sekarang ini masih kita lengkapi dulu (barang bukti), masih kita cek juga cek palsu yang dilaporkan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Samarinda melalui Kasi Pidum Hafidi turut membenarkan, SPDP kasus dugaan penipuan cek kosong tersebut sudah sampai ke meja kerjanya pada Senin (9/8/2021) lalu.

“Kejaksaan akan memproses semua SPDP yang masuk. Tidak ada perlakuan khusus. Soal tersangka, Kejaksaaan tinggal menunggu hasil penyidikan dari polisi.” singkat Hafidi dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (12/8/2021) siang.