Wacana Pemindahan Ibu Kota Kaltim ke Balikpapan, Seno Aji : Masih Banyak Permasalahan Yang Harus Diselesaikan

oleh -30 views
Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim

SAMARINDA.apakabar.co– Usulan Ibu Kota Provinsi Kaltim akan dipindah Kota Balikpapan sempat menjadi viral di media sosial (medsos) beberapa hari terakhir. Jarak tempuh menuju Ibu Kota Negara (IKN) menjadi alasan usalan itu dikemukakan oleh salah satu legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kaltim.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji mengatakan bahwa usulan tersebut sah-sah saja, namun menurutnya usulan tersebut bukan murni aspirasi warga daerah,dan tidak mengetahui bagaimana kemudian Samarinda digunakan sebagai Ibu Kota kaltim.

“Kalau usul sih sah-sah saja, tapi yang menentukan daerah kita sendiri,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (17/9/2021).

Informasi yang didapat melalui berita dimedia sosial, masalah jarak menuju IKN dianggap menjadi salah satu faktor, namun dijelaskan Seno sapaan akrab politisi asal Partai Gerindra tesebut bahwa jika nanti dari Samarinda sudah terbangun tol dari simpang tiga Kilo 38 menuju IKN tentu akan lebih memudahkan.

BACA JUGA :  Siap Ajukan Penangguhan, Lima Anggota DPRD Kaltim Minta Mahasiswa Aksi Demontrasi Dibebaskan

“Tidak ada alasan untuk mempertimbangkan pemindahan Ibu Kota Provinsi Kaltim hanya karena alasan jarak tempuh,” sebutnya.

Dielaskan wakil rakyat yang mewakili Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut bahwa Samarinda merupakan daerah sentral karena dari utara lebih dekat dan yang dari selatan juga terlampu lebih dekat, sementara jika di Balikpapan yang terdekat hanya PPU dan Paser.

“Pertimbang-pertimbang itu juga mesti dilihat termasuk pertimbangan sejarah bagaimana Ibu Kota Kaltim ini terbentuk,” ucapnya.

Seno juga mengatakan jika publik mesti mengetahui yang melatarbelakangi usulan tersebut, kalau hanya usulan masalah kedekatan IKN dan hal lain seperti kebersihan Kota Balikpapan justru harusnya mereka mendorong Kota Samarinda dan kota lainnya untuk menjadi kota itu, menjadi kota yang bersih dan modern sehingga Samarinda juga menjadi kota yang layak menjadi penyangga Ibu Kota Negara.

BACA JUGA :  Sarankan Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Komisi IV Inginkan Evaluasi Yang Mendalam

Hal yang paling mendasar sebenarnya adalah bagaimana wakil kita di pusat dapat mengalokasikan anggaran APBN bisa mengalir ke Kaltim, karena masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan daerah yang juga memerlukan anggaran tambahan dari pemerintah pusat.

“Memang ada satu tugas yang berbeda-beda, dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah dan itu memang harus bersinergi,” pungkasnya.