SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menghimpun dan memperbaharui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar sasaran bantuan kepada masyarakat bisa dilakukan secara tepat akurat.
Nofiansyah, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda bersama camat dan lurah guna melakukan pembaharuan terhadap data DTKS. Pasalnya , sekitar 43 ribu warga masih tergolong di bawah garis kemiskinan sesuai kategori yang telah ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda.
“Akan diverifikasi dan validasi, apakah warga masih tinggal di tempat yang sama atau pindah, atau juga ada yang sudah meninggal,” ucapnya, Rabu (15/12/2021).
Dirinya juga menerangkan jika verifikasi dan validasi data warga Kota Samarinda untuk menindaklanjuti adanya penerima bantuan sosial yang menerima bantuan lebih dari satu jenis. Dengan melalui situs web yang telah dibuat Diskominfo Samarinda, diharapkan proses validasi akan lebih mudah dilakukan dan kesamaan data bisa ditangani lebih cepat.
“Diskominfo memverifikasi data berdasarkan NIK dan KTP masyarakat dan ditemukan yang menerima orangnya itu-itu saja, jadi jumlahnya banyak. Bantuan BST dapat, PKH dapat, sampai BLT juga dapat. Kasihan ada hak orang lain, makanya itu diverifikasi biar datanya hanya satu penerima,” sebutnya.
Dirinya juga mengatakan jika angka kemiskinan di Kota Tepian meningkat karena dilatarbelakangi dengan meningkatnya jumlah pendatang. Saat ini wacana Ibu Kota Negara (IKN) yang akan berpindah ke Kaltim khususnya di Kabupaten PPU nantinya turut membuat orang-orang luar daerah berbondong-bondong datang guna mencari peluang kerja dan usaha.
“Tak terkecuali ke Samarinda. DTKS berfungsi agar data masyarakat bisa tepat dan menunjukan waktu sebenarnya (real time),” pungkasnya.







