Kawasan Tepian Mahakam Yang Dibuka Pemkot Hanya di Depan Kantor Gubernur

oleh -61 views
Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso Bersama Jajaran Pemkot Samarinda Melakukan Tinjuan Lapangan di Kawasan Tepian Mahakam, Rabu (23/6/2021)

SAMARINDA.apakabar.coPemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil kebijakan dengan membuka kembali kawasan Tepian Mahakam untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso usai meninjau lokasi di kawasan Tepian Mahakam, Rabu (23/6/2021).

Untuk mematangkan rencana tersebut, Pemkot Samarinda akan melakukan pertemuan dengan PKL yang rencana digelar Kamis (24/6/201) besok di Kantor Balikota Samarinda.

Kepada media Rusmadi mengatakan bahwa pertama kawasan tersebut adalah ruang terbuka hijau dan pasti Pemkot akan kita mengedepankan fungsi ruang tersebuka sebagai fungsi lingkungan.

Kedua, karena pemerintah belum bisa menyediakan lahan atau tempat khusus bagi PKL dan bisa dimanfaatkan untuk ruang ekonomi, ruang bagi pedagang kuliner tanpa mengganggu lingkungan.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Samarinda, Deny Hakim Anwar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Apalagi ini adalah daya tarik yang dimiliki Kota Samarinda yaitu dari fungsi pariwisata, masyarakat yang datang ke Tepian tidak hanya menikmati kuliner saja tapi juga menikmati keindahan sungai,” ucapnya.

Sehingga dalam rangka untuk kembali memanfaatkan kawasan Tepian Mahakam sebagai fungsi lingkungan, ekonomi, dan daya tarik pariwisata sehingga rencanya Pemkot akan membatasi jumlah PKL.

“Kita telah memutuskan sepanjang Tepian ini terbagi tiga zona, pertama di depan Kantor Gubernur, Taman Letuk Lerong dan Taman depan Islamic Center. Untuk Taman di depan islamic dan teluk lerong bebas dari aktivitas PKL,” sebutnya.

“Jadi kita hanya ingin memanfaatkan kawasan Tepian di depan Bank Indonesia dan Kantor Gubernur,” sambungnya.

BACA JUGA :  PPKM Level IV Lanjut Atau Tidak, Pemkot Samarinda Tunggu Instruksi Pusat

Dari kebijakan yang dikelurkan pemerintah artinya membuka ruang apakah mau dimanfaatkan apa tidak, kalau tidak berarti kembali ke fungsi awal yakni sebagai ruang terbuka hijau.