BALIKPAPAN.apakabar.co- Pasca mendapat tindakan penganiayaan oleh bawahannya di satuan TNI, Kopral Dua (Kopda) berinisial A dipastikan dalam keadaan sehat, dan kondisinya berangsur membaik.
Kepastian itu disampaikan oleh Letkol CPN Fransiskus Hendra Gunawan selaku Komandan Deninteldam VI/Mulawarman. Ia mengatakan bahwa meskipun mengalami luka serius dibagian kepala, tangan dan punggung, nyawa Kopda A tergolong usai mendapat perawatan.
“Kondisinya sudah mulai sehat, karena lukanya bukan dibagian vital,” ucap Fransiskus, Rabu (14/12/2022).
Dijelaskan Fransiskus bahwa, Kopda A saat ini di rawat di RSUD Kanujoso Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Ia mendapatkan luka menganga disejumlah bagian tubuhnya usai dibacok Pratu K menggunakan badik pada pekan lalu.
“Punggung dua sabetan, tangan satu, dan kepala satu kali. Kayanya badiknya tajam. Saya aja stress gimana bisa sampai di bacok kaya gitu,” ucapnya.
Kini Pratu K telah di tahan di Pomdam VI/Mulawarman untuk menjalani pemeriksaan.
“Kalau rincinya kejadian dan hukumnya nanti dari Pomdam yang menjelaskan, karena dari kita hanya penyelaman (penyelidikan) dan monitoring aja kalau update di Pomdam,” pungkasnya.
Dari berita sebelumnya, kejadian penganiayaan itu bermula saat Pratu K bersama beberapa rekannya dihukum oleh korban karena diduga telah melakukan pelanggaran. Diduga pula, bahwa hukuman yang diterima pelaku berupa perlakuan fisik berupa tendangan perut.
Tak terima mendapatkan hukuman berupa tendangan Pratu K kemudian kembali ke barak dan langsung mengambil badik miliknya.
“Saat dia kembali, ternyata komandannya yang tendang dia ini tidak ada. Jadi dia tidak kena, tapi badik itu masih disimpan di badannya,” terangnya.
Tak berselang lama, Komandan lainnya yakni korban Kopda A kembali mengumpulkan Pratu K dan rekan-rekannya untuk menjalani hukuman susulan. Dimana saat itu Kopda A melakukan tendangan ke arah Pratu K, namun oleh K tak terima dan menyerang serta mengejar korban menggunakan badik hingga korban tersungkur.
“Nah saat dikumpulkan kembali, malah korban lah yang kena, sedangkan komandan yang pertama ngumpulin tidak kena,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Taufik Hanif mengatakan atas tindakannya saat ini Pratu K telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Pomdam VI/Mulawarman.







