Pemkot Samarinda Keluarkan Surat Edaran, Tutup THM Selama Bulan Ramadan

oleh -45 views
Pemkot Samarinda Melakukan Sosialisasi dan Memberikan Surat Edaran Penutupan THM Selama Bulan Ramadan, Jumat (9/4/2021)

SAMARINDA.apakabar.coPemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi mengelurkan surat edaran terkait penutupan Tempat Hiburn Malam (THM), dan Rumah Beliard.

Penutupan tersebut merajuk dari surat edaran Wali Kota Samarinda Andi Harun tertanggal 8 April, seluruh THM akan ditutup terhitung sejak 10 April sampai 17 Mei 2021. Dan mulai buka kembali pada 18 Mei 2021.

“Kalau melanggar aturan dikenakan sangsi,  Perwali nomor 13 tahun 2021, baik Perda maupun protokol kesehatan,” kata Asisten I Pemkot Samarinda Tejo Sutarnoto pada, jumat (09/04/2021) malam.

“Kalau diperintahkan tidak diindahkan akan dicabut ijinya akan tetapi kalau pelanggaran Protokol kesehatan dia akan dikenakan sangsi denda. Baik denda perorangan pengunjung maupun denda penguasanya,” sambungnya.

Di surat edaran dari Wali Kota tersebut mengatur tentang Tempat Hiburan Umum (THU). Untuk Bioskop, Pertunjukan Film dan Studio buka pukul 10.00 Wita sampai 22. 00 Wita.

BACA JUGA :  Tim DOB Samarinda Seberang Bertemu Walikota, DPRD Kota Samarinda Sebut Kajian Kurang Konfrehensif

Sementara area bermain, game online hingga warnet mulia buka pukul 10.00 sampai 17.00 Wita. Sementara Kafe tenda buka sejak pukul 17.00 Wita -22.00 Wita, bahkan tak diperbolehkan putar musik.

Sosialisasi surat edaran diberikan langsung kepada pihak pengelola tempat hiburan. Tim  gabungan yang terdiri dari beberapa unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibantu TNI dan Polri bergerak dari Kantor DPMPTSP Kota Samarinda untuk menyebarkan surat edaran tersebut.

Tejo kembali mengatakan bahwa sosialisasi dibagi menjadi tiga titik untuk memudahkan menyasar semua THM dan THU, mulai dari bioskop hingga kafe.

“Sekarang kami sosialisasikan surat edaran itu, mulai besok malam semua harus tutup,” sebutnya.

Dirinya berharap agar semua pelaku usaha khususnya THM dan THU bisa mentaati peraturan yang telah dikeluarkan, jika tidak tentu ada sangsi tegas. Sementara untuk pengawasan akan dilakukan secara terpadu melibatkan beberapa OPD dibantu satpol PP, unsur TNI dan Polri.

BACA JUGA :  Proses Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Keselamatan Kesehatan Masyarakat Paling Utama

Terkait kebijakan bagi pekerja yang dimungkinkan akan menganggur saat penutupan THM, diakui Tejo jika

Disinggung mengenai kebijakan bagi pekerja  yang dimungkinkan akan menganggur jika dilakukan penutupan pada THM. Tejo mengaku bahwa kebijakan serupa telah berlangsung lama saat Bulan Ramadan tiba. Bahkan hampir se- Indonesia berlaku sama.

“tetapi jika ada hal yang timbul seperti itu tentu akan kita sampaikan kepada Bapak Wali Kota untuk bisa mengambil langkah keputusan yang bijak sana,” pungkasnya.