Pemkot Samarinda Lanjutkan Pembongkaran Rumah Di SKM Pasar Segiri, Sempat Diwarnai Aksi Saling Dorong

oleh -118 views
Suasana Aksi Saling Dorong Antara Petugas dan Warga Saat Proses Pembongkaran Bangunan SKM Pasar Segiri, Senin (24/8/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Pembongkaran rumah dibantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Pasar Segiri kembali mendapatkan penolakan dari warga yang berdomisili di kawasan tarsebut, Senin (24/8/2020).

Warga menolak kembali pembongkaran dengan alasan lantaran belum mendapat pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Sempat terjadi aksi saling dorong saat petugas melakukan pembongkaran yang dilakukan pada pukul 07.00 WITA. Warga yang berkumpul tepat ditengah pemukiman menahan petugas Satpol PP.

“Kami mau rumah kami di bongkar pak, tapi tolong berikan kami relokasi pak,” ujar salah satu warga di lokasi pembongkaran.

Petugas Satpol PP tetap melalukan pembongkaran meskipun mendapat hadangan dari warga yang tetap bertahan untuk menghalangi proses pembongkaran.

BACA JUGA :  Ingin Bernostalgia Sambil Ngopi di Suasana Citra Niaga, Yuks Ke Lakalo Kafe

Sementara itu, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Samarinda Yosua Laden yang saat itu berada dilokasi pembongkaran mengatakan bahwa hari ini pihaknya akan membongkar 26 rumah warga yang terletak di Rt. 28 tersebut.

“Karena 26 dan 27 masih di appraisal, jadi target kami sekarang membongkar 26 rumah di Rt. 28,” ucapnya.

Namun saat melalukan pembongkaran Yosua mengakui bahwa pihaknya sempat mengalami kendala di lapangan. Banyak warga yang tidak terima dan mempertahankan rumahnya yang hendak di bongkar.

“Sampai saat ini masih terkendala, jadi baru 5 rumah yang dibongkar yang ada di sisi sungai,” sebutnya.

Selanjutnya ia menerangkan jika warga beralasan karena pihak Satpol PP tidak bisa menunjukan Surat Perintah Pembongkaran yang diteken oleh Pemerintah Kota.

BACA JUGA :  Terhitung Dua Hari Akhiri Masa Jabatan, Syaharie Jaang Kembalikan Fasilitas Aset Ke Pemkot Samarinda

“Yang jelas tadi warga minta surat perintah,” ucap Yosua

“Hari ini dibuatkan surat perintahnya lalu eksekusi selanjutnya akan menyesuaikan, apakah bakal pakai tenaga manusia, atau alat,” pungkasnya.