SAMARINDA.apakabar.co- Tingkat inflasi di Kota Samarinda pada tahun 2022, berada di angka terkendali yakni 4,45 persen. Angka tersebut jika dibandingkan rata-rata nasional, yakni 5,26 persen, inflasi di Kota Samarinda masih terkendali.
Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menekan angka inflasi di Kota Tepian terus dilakukan. Upaya itu dilakukan dengan meluncurkan kendaraan atau mobil pengendali inflasi oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda.
Peluncuran mobil pengendali inflasi tersebut mendapatkan apresiasi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang secara resmi berkesempatan meluncurkan mobil tersebut pada, Senin (9/1/2022) di Halaman Kantor Disdag Kota Samarinda.
“Kita apresiasi dan kita dukung agar bermanfaat sesuai dengan tujuannya. Ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dan kekurangan stok bahan pangan di pasaran,” ungkapnya.
Andi Harun menjelaskan jika kehadiran mobil pengendali inflasi ini dirasa cukup penting, karena diproyeksikan secara rutin untuk memantau bahan pokok penting (BAPOKTING) yang sedang mengalami kenaikan harga di pasaran.
“Nantinya, sembako yang di salurkan melalui mobil pengendali inflasi ini, harganya relatif lebih murah dibanding harga di pasaran umum, karena adanya subsidi dari pemerintah melalui Dinas Perdagangan Kota Samarinda. Untuk itu, masyarakat yang berhak hendaknya dapat manfaatkan mobil ini dengan baik,” jelasnya.
Ia juga memberikan arahan kepada Perangkat Daerah terkait melalui instruksi untuk segera memetakan daerah-daerah mana saja yang sekiranya layak untuk dikunjungi, dan diberikan bantuan.
“Saat ini kita dalam rangka stressing, antara ketersediaan pasokan dan demand (permintaan), sehingga harus diketahui terlebih dahulu data tersebut dan perlu langkah awal untuk menggali informasi secara riil di lapangan,” ucapnya.
Terakhir, orang nomor satu di Pemkot Samarinda itu mengatakan jika upaya tersebut dilakukan sebelum pemerintah mengambil langkah dan kebijakan menekan inflasi.
“Tekanan inflasi juga harus dilihat secara luas, karena pantauan langsung di pasar tradisional merupakan bagian dari mencari benang merah permasalahan untuk mendapatkan solusi yang diambil dalam bentuk kebijakan,” pungkasnya.







