Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Polresta Samarinda Gelar Apel Operasi Lilin Mahakam, Sebanyak 1.100 Pasukan Gabungan Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2022

167
×

Polresta Samarinda Gelar Apel Operasi Lilin Mahakam, Sebanyak 1.100 Pasukan Gabungan Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2022

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA.apakabar.co– Sebanyak 1.100 pasukan gabungan dari jajaran Kepolisian dan TNI dipastiakan siap mengamankan Natal dan Tahun Baru 2022.

Hal tersebut dibuktikan dengan dilakukannya apel persiapan hari raya natal dan tahun baru (Nataru), Kamis, (23/12/2021) di halaman Mapolresta Samarinda.

Dalam menunjang pengamanan tersebut beberapa posko tim gabungan akan dibangun di beberapa titik. Seperti, di mall tempat ibadah, serta beberapa titik keramaian lainnya seperti bandara, terminal, dan pelabuhan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, masing-masing posko akan diisi tim gabungan berjumlah sekitar 400 anggota lebih banyaknya.

Adapun tim gabungan operasi Lilin Mahakam itu terdiri dari aparat kepolisian Polresta Samarinda, anggota TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Dinas Kesehatan Samarinda, serta dibantu para relawan se-Samarinda.

“Personil di kepolisian sendiri dikerahkan ada 1.100 anggota. Akan bertambah dari TNI, relawan, bahkan dari Polda Kaltim dan Brimob juga akan datang memberikan bantuan pengamanan,” ucapnya.

Selanjutnya, dirinya mengatakan jika posko utama tim gabungan dalam pengamanan Nataru 2021-2022 ini berlokasi seperti tahun sebelumnya, yakni di depan rumah jabatan gubernur Kaltim.

Terkait penyekatan saat mudik Nataru demi mencegah virus Covid-19 varian Omicron, Arif menyatakan pihaknya akan melakukan langsung setelah ditemukannya kasus.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar merayakan tahun baru di rumah saja bersama keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Sugeng Chairuddin, yang memimpin apel gelar pasukan tersebut menyatakan bahwa Pemkot Samarinda telah mengeluarkan Instruksi Wali Kota Samarinda nomor 18/2021, mengenai regulasi saat perayaan Nataru.
“Tempat wisata dan keramaian tidak ditutup. Yang jelas jumlah pengunjung dikurangi 50 persen dan menerapkan pembatasan sesuai standar protokol kesehatan,” pungkasnya.