,

Tiba di Samarinda 25.500 Vaksin Sinovac Siap Edar, Diprioritaskan Untuk Tenaga Medis di Kaltim

oleh -97 views
Tiba di Samarinda, 25.500 Vaksin Sinovac Dijaga Ketat Aparat dan Sacurity (Foto:Ist)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat jatah 25.500 Vaksin Sinovac oleh pemerintah pusat dan vaksin tersebut telah tiba di Samarinda pada, Selasa (5/1/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Padilah Mante Runa mengatakan jika Vaksin tersebut akan di berikan kepada 12.760 tenaga medis yang ada di Kaltim.

“Dari 25.500 vaksin semuanya akan di peruntukan nakes, jadi 1 orang akan di suntik 2 kali,” ucap Padilah saat di ditemui awak media Selasa (5/1/2021).

Terkait pelaksanaannya, dirinya menyebut mqsih menunggu instruksi rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim guna memastikan vaksin sinovac tersebut dapat digunakan.

“Kalau surat dari Balai Pom sudah keluar, baru bisa di distribusikan ke seluruh Kota/Kabupaten,” katanya.

BACA JUGA :  Rencana Pengembangan Fasilitas Umum, Wali Kota Samarinda Tinjau Pasar Kenya dan Baqa

Padilah juga mengatakan, untuk saat ini vaksin sementara waktu akan disimpan di gudang Dinkes yang berada di jalan Anggur.

“Digudang kita sudah sediakan kulkas pendingin, serta disediakan genset, jadi sewaktu-waktu listrik padam, kulkas tetap menyala, Selain itu juga dalam pengamanan kami di bantu aparat dan security,” jelasnya.

Terkait jumlah pendistribusian, ia menjelaskan bahwa nantinya akan disesuaikan dengan jumlah nakes disetiap Kabupaten/Kota.

“Sesuai jumlah nakes, harus proporsional. Misalnya Samarinda gak sama lah sama Mahulu. Yang akan disuntik itu kan belum semua, tahap awal ini yg bener-benar kontak dengan pasien,” jelasnya.

Untuk Vaksin yang akan diperuntukan kepada masyarakat, Padilah menjelaskan kembali bahwa vaksin yang ada saat ini diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dan Rumah Sakit.

BACA JUGA :  Warga Kelurahan Bandaara Samarinda Dihebohkan Penemuan Mayat Pria Gantung Diri

“Untuk masyarakat umum, ada tahapnya. Kami pun sudah melakukan rapat dengan Menkes terkait itu, jadi kita selesaikan dulu yang ini,” pungkasnya.