Timsel KPID Kaltim Resmi Buka Open Rekruitmen Calon Anggota Hingga Oktober 2021

oleh -6 views
Kantor DPRD Kaltim

SAMARINDA.apakabar.co– Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka open rekruitmen anggota. Open rekruitmen dilakukan oleh Tim Seleksi (Timsel) yang telah terbentuk dan mulai bekerja sejak tanggal 3 Agustus 2021 lalu.

Dalam tugasnya, Timsel menggodok calon komisioner KPID yang akan bertugas untuk periode 2022-2025 mendatang.

Ketua Timsel rekruitmen anggota KPID, Muhammad Faisal mengatakan jika pengumuman untuk pendaftaran sudah dilaksanakan.

“Sekarang kami masih dalam tahap penjaringan, waktunya satu bulan di mulai pada tanggal 13 September sampai 13 Oktober 2021, pukul 24.00 WITA,” ucap Faisal, Kamis (16/9/2021).

Dirinya juga mengatakan bahwa secara resmi pembukaan rekruitmen tersebut juga mulai bisa diakses melalui website resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Untuk tahapan sudah juga mulai masuk penjaringan baik seleksi administrasi, tes kompetensi, tes psikologi dan memilih 14 sampai 21 orang.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim Akan Tanda Tangani KUA-PPAS Pekan Depan, Proyeksi APBD Kaltim Kurang Lebih 11 Triliun

“Setelah ketemu 14 nama atau 21 nama kamu serahkan ke DPRD. Baru nanti DPRD menfit dan propertes untuk menjadi 7 orang,” sebutnya.

Sebelumnya, pada Selasa (03/8/2021) rapat pembahasan dan pemilihan timsel telah terbit berita acara melalui rapat komisi I DPRD Kaltim. Berdasarkan ketentuan peraturan KPI nomor 01/P/KPI/07/2014 tentang kelembagaan KPI daerah dilakukan DPRD provinsi dan dalam pasal 19 (3) bahwa tim seleksi anggota KPI daerah berjumlah lima orang anggota yang dipilih dan ditetapkan DPRD Kaltim provinsi dengan memperhatikan keterwakilan unsur tokoh masyarakat, pemprov dan KPI daerah.

Tentunya kesempatan itu bisa digunakan bagi setiap Warga Negara Indonesia yang Kompeten untuk menjadi Anggota KPID Provinsi Kalimantan Timur Periode 2022-2025 dengan kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan.

BACA JUGA :  76 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Kebebasan Pers Masih Jauh Dari Kenyataan