Tinjau Lokasi Makam Covid-19, Wali Kota Samarinda Berencana Tambah Fasilitas

oleh -38 views
Wali Kota Samarinda Bersama Jajaran Pemkot Samarinda Saat Meninjau LokasiPemakaman Covid-19, Rabu (14/7/2021)

SAMARINDA.apakabar.coWali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) dan Orgaanisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan tinjuan ke pemakaman Covid-19 di Jalan Serayu Tanah Merah, Rabu (14/7/2021).

Disela-sela tinjuan kepada media Andi Harun mengatakan bahwa tinjuan pada hari itu untuk melihat lahan baru khusus pemakaman Covid-19 serta untuk melihat kemungkinan tambahan fasilitas yang ada di lokasi makan.

“Tadi diusulkan kepada teman-teman agar jalanan claster ini antara blok dimakam perlu kedepan minimal setingkat dengan yang paving,” ucapnya.

“Sekaligus mengecek pelaksana pemakaman, penggalian, sekaligus melakukan monitor, karena ada miskomunikasi dalam teknis pemulasaraan dan pengantaran,” tambahnya.

Dikesempatan itu AH biasa ia dipanggil menegaskan jika kondisi saat ini tetap berjalan normal. Disampaikannya pula jika Pemkot dalam beberapa hari kedepan akan bekerjasama dengan PMI Kota Samarinda untuk pengantaran Jenazah kepemakamanan.

BACA JUGA :  Resmikan Sanggar Kegiatan Belajar, Syaharie Jaang Berharap Kualitas Pendidikan Anak Meningkat

“Itu hanya pada tahap pengantarannya saja, mengambil dari pemulasaraan dari rumah sakit, lalu di antar ke pemakaman. Selanjutnya diterima oleh petugas penguburan yang berkoordinasi dengan Dinas Perkim dan BPBD,” jelasnya.

Dijelaskan kembali oleh AH bahwa sebelum PMI ada tim yang secara langsung oleh BPBD kurang lebih sekitar 6 orang tim itu di SK oleh wali kota dan memiliki honor 500 ribu perorang jika ditotal 6 orang menjadi 3 juta.

“Setelah kita mengecek ada peraturan Menkeu, dimana ketentuan untuk transportasi hanya 500 perjenazah, mungkin nanti ada tambahan yang diluar peraturan Menkeu, misalkan makan atau apa nanti kita lihat,” ucapnya.

“Alhamdulillah semua bisa teratasi dan hari ini kembali normal, itu dasarnya, cuma kita tidak bisa lagi karena ada peraturannya, sudah angkanya segitu, kecuali ada yang diluar peraturan Menkeu kami bisa atur di perwali, selama itu berkaitan dengan proses pengurusan jenazah covid,”

BACA JUGA :  Walikota Samarinda Canangkan Pasar Tangguh, 50 Pedagang Pasar Pagi di Vaksin

“Kita lihat aja prediksi kebutuhan nya nanti, Dinas Perkim yang prediksi,” pungkasnya.