Anegliec menyebut, secara keseluruhan, sekitar 24 pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian Omicron. Mereka kebanyakan adalah pria sehat yang merasa sangat lelah, dengan setengah dari mereka tidak divaksinasi.
Dia menambahkan, semua pasiennya dalam kondisi sehat. Namun Angelic khawatir jika varian baru ini menyerang kelompok lansia. Apalagi jika disertai penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau dengan tingkat keparahan lain.
Sementara itu, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dr. Gunadi, SpBA, PhD mengatakan vaksin menjadi kunci di dalam mengatasi varian Omicron.
“Kasus di Afsel banyak terjadi pada pasien berusia 18-34 tahun dengan tingkat cakupan (coverage) vaksin rendah. Artinya vaksin ini sangat penting untuk menghadapi infeksi Covid-19,” kata Gunadi seperti dilansir detik.com.
Menurut dia, jenis vaksin apapun bisa digunakan untuk meningkatkan perlindungan diri. Tentunya vaksin yang sudah mendapatkan izin edar dalam menjamin keamanan dan efektivitas.







