Wali Kota Samarinda Sebut Penyumbatan Drainase Masalah Utama Penyebab Banjir

oleh -76 views
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Bersama Tim Pemkot Meninjau Beberapa Titik Lokasi Banjir, Selasa (27/4/2021)

SAMARINDA.apakabar.coWali Kota Samarinda, Andi Harun bersama tim dari Pemkot yakni Bappeda, PURP, Asisten III dan beberapa pejabat teknis meninjau titik langganan banjir di Samarinda.

Dari tinjuan lapangan tersebut, Andi Harun menemukan beberapa masalah penyebab utama banjir. Kepada media ia mengatakan bahwa terjadi penyumbatan dibeberapa saluran air atau drainase ditiga titik lokasi, yaitu di simpang empat Fly Over Juanda, simpang empat Sempaja serta simpang empat DI Panjaitan.

“Saya bersama tim setelah meninjau beberapa aset juga berkesempatan melihat drainase di sekitar fly over karena saya melihat kemarin ada banjir di lokasi tersebut yang lumayan serius,” ucapnya, Selasa (27/4/2021).

Selanjutnya, AH sapaan akrabnya menjelaskan bahwa untuk di simpang sempaja yang selama  ini menjadi langganan banjir terdapat aliran air yang melintas dari drainase disebelahnya, begitu juga dari arah AW Syahranie juga mengalir ke arah sekitar Puskesmas.

BACA JUGA :  Kumpulkan Pejabat Teknis, Wali Kota Samarinda Rapat Koordinasi Penanganan Banjir

“Jadi kita melihat langsung ke lapangan karena di fly over itu drainasenya tertutup permanen, maka kemungkinan besar setelah kita lihat ada tumpukan sampah di dalam drainase. Kemudian dipertemuan antara jalan pembangunan dan simpang juanda ada pipa yang melintang sehingga jika tidak terbuka drainase nya maka akan sangat sulit untuk pembersihan sampah drainase. Mungkin itu menjadi penyebab tidak lancaranya air sehingga menimbulkan luapan disekitarnya,” jelasnya.

AH menyebut jika dalam APBD perubahan nanti akan disusun perencanaannya dan pada anggaran murni 2022 akan segera di bangun. untuk croosing drainase dari arah AW Syahranie menuju Juanda sehingga nanti aliran akan langsung buang ke Sungai Mahakam.

“Saya mengecek langsung laporan Dinas PU berdasarkan instruksi yang saya berikan untuk membuka 2 meter sungai mati di samping swalayan GBE di Jalan PM Noor,” katanya.

BACA JUGA :  Pemkot Buka Sementara Kawasan Tepian, Upayakan Kerjasama Pihak Ketiga Kelola Parkir

“Saya juga memerikasa pekerjaan yang masih membutuhkan anggaran sekitar 2 miliar, saya sudah memintah dinas PUPR untuk tahun ini segera diselesaikan. Lelang tendernya mungkin setelah lebaran nanti,” tambahnya.

Lebih lanjut AH menegaskan bahwa semua dilakukan dalam rangka untuk melihat langsung titik banjir, kemudian mengetahui problem teknis yang ada di lapangan. Semua titik yang kunjungi hari ini secara langsung dia buatkan alternatif kebijakannya dan langsung diperintahkan kepada PUPR untuk segera menindak lanjutinya.

“Karena penangulangan banjir adalah pekerjaan besar-tentu dilakukan secara bertahap,apalagi ditengah terbatasnya APBD Kota Samarinda. Namun kami sedang menggalang kolaborasi antara PUPR Kaltim dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim Kementerian PUPR untuk sama-sama gotong royong mewujudkan Samarinda Tangguh Banjir. Memang kita harus bersabar untuk hal ini. Tapi percayalah amanah rakyat akan kami selalu jaga dengan penuh rasa hormat,” pungkasnya.