Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Andi Harun Minta Pihak Swalayan Indogrosir Bertanggung Jawab Atas Insiden Meninggalnya IRT Saat Antri Minyak Goreng

224
×

Andi Harun Minta Pihak Swalayan Indogrosir Bertanggung Jawab Atas Insiden Meninggalnya IRT Saat Antri Minyak Goreng

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

SAMARINDA.apakabar.co– Sikap tegas diambil Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam merespons peristiwa meninggalnya ibu rumah tangga (IRT) bernama Rita Riyani (49) saat mengantre beli minyak goreng di swalayan Indogrosir, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur pada Selasa (15/3/2022).

Andi Harun dengan tegas mengatakan jika pihak menajemen Swalayan Indogrosir harus bertanggung jawab sebab antrean minyak goreng yang dijual telah menimbulkan korban jiwa.

“Saya minta agar Indogerosir bertanggung jawab mengurusi masalah ini, dan ini pelajaran untuk Indogrosir serta semua pasar moderen untuk mencari metodologi yang aman agar tidak menimbulkan kerumunan dan tidak lagi melanjutkan cara sebelumnya,” tegasnya.

Andi Harun terkait kelangkaan minyak goreng dalam hal ini sejatinya tak mempermasalahkan swalayan yang menjual minyak goreng.

“Silahkan berjualan minyak dan lainnya,” imbuhnya.

Namun, AH berpesan agar pihak swalayan bisa menggunakan metode yang baik agar kerumunan massa tidak terjadi, terutama untuk menghindari hal tak diinginkan semisal korban jiwa.

“Bisa tiru cara kami,seperti menggunakan kupon, jadi mereka tidak terikat diwaktu bersamaan. Selama ada kupon warga bisa datang untuk menukarkan itu tanpa harus berkerumun,” jelasnya.

Dalam waktu dekat ini dirinya akan meminta Dinas Perdagangan Samarinda menindaklanjuti peristiwa meninggalnya seorang IRT saat mengantre membeli minyak goreng di swalayan Indogrosir.

“Terhadap kejadian ini saya minta ke dinas perdagangan agar segera ke pihak manajemen indogerosis, bertangung jawab mengurusi,” pungkasnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Store Manager Indogrosir Ardi saat ditemui di Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Selasa (15/3/2022) malam, mengatakan bahwa pihaknya dipanggil oleh Disdag Samarinda untuk melakukan rapat koordinasi terkait teknis penjualan minyak goreng.

“Tadi kita rapat koordinasi lebih ke arah teknis ke depannya seperti apa. Nanti detailnya akan dibahas lagi besok siang bersama pak wali kota,” ucapnya.

Ardi menjelaskan bahwa pertemuan dadakan yang dilakukan Indogrosir bersama Dinas Perdagangan Samarinda tidak membahas peristiwa meninggalnya Rita Riyani.

“Tadi enggak ada dibahas soal peristiwa meninggal itu,” sebutnya.

Ardi menyebut bahwa terkait peristiwa meninggalnya seorang IRT tersebut pihak Indogrosir telah menyantuni keluarga korban yang berada di Jalan Pangeran Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu pada Selasa (15/3/2022) malam tadi.

“Tadi juga ada perwakilan kita ke rumah duka. Besok pagi juga rencananya kita kunjungi lagi ke sana sebelum melakukan rapat lanjutan bersama pak wali,” bebernya.

Disinggung lebih jauh mengenai peristiwa tersebut, Ardi mengaku sejatinya mengetahui saat korban pertama kali jatuh pingsan.

Saat itu, pihak Indogrosir pun sempat melakukan beberapa usaha seperti memberi air minum dan pertolong pertama lainnya.

“Kejadiannya kan hari Minggu (13/3/2022), dan saya sempat lihat sekilas. Kita sudah kasih minum dan lainnya dan hari ini kita baru dapat informasi itu (korban meninggal) dari media,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai agenda rapat besok yang akan digelar bersama Wali Kota Andi Harun, Ardi menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui persis teknis apa yang akan dibahas.

“Tindaklanjut nanti kita bahas dulu teknisnya seperti apa, agar kejadian tersebut tidak terulang. Malam ini baru kami yang koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Besok informasinya akan dilakukan rapat koordinasi sama seluruh pengusaha retail,” pungkasnya.