apakabar.co — SAMARINDA – Corporate Social Responsibility (CSR) di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya kota Samarinda terus menjadi sorotan dari beberapa legislatif kota tepian.
Salah satunya datang dari anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar. Ia menilai bahwa selama ini bantuan CSR yang disalurkan selama ini tidak sebanding dengan kerusakan alam dari pengelolaan tambang batu bara.
“Kalau kita lihat kerusakan alam akibat pengelolaan batu bara tersebut sangat bersar dampaknya,” ungkap Anhar melelalui sambungan seluler. Kamis (13/4/2023).
Selain itu Anhar menilai bahwa seharusnya bantuan CSR ini harus sebanding dengan dampak dan hasilnya.
Anhar menambahkan selama ini realisasi CSR perusahaan hanya didominasi untuk mendukung usaha atau memberi bantuan sosial untuk masyarakat.
“Kalau mereka itu memberikan bantuan melalui program CSR itu harus eskalasinya yang lebih jauh lagi ke depan, semisal bangun Universitas, rumah-rumah ibadah atau bangun fasilitas-fasilitas pemerintahan,” ucapnya.
Untuk itu, politisi dari fraksi PDIP itu berharap perusahaan besar yang berada di Kaltim bisa memberikan bantuan yang lebih besar dan mendukung pembangunan serta kesejahteraan. (Adv)







