Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Dinilai Penyebab Stunting Adalah Kemiskinan dan Pendidikan Yang Kurang, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Segera Bentuk Pansus

301
×

Dinilai Penyebab Stunting Adalah Kemiskinan dan Pendidikan Yang Kurang, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Segera Bentuk Pansus

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti/Ist

apakabar.co — Samarinda — Permasalahan gizi buruk yang mengakibatkan stunting di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya di Kota Samarinda masih menjadi persoalan yang dikhawatir oleh sebagian masyarakat.

Ada pun kekurangan gizi kronis bisa terjadi karena faktor sosio-ekonomi (kemiskinan), penelantaran, pengetahuan yang rendah terkait kecukupan ASI, dan keterbatasan bahan makanan setempat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menuturkan secara umum penyebab dari stunting disebabkan oleh dua faktor. Yakni, pendidikan dan kemiskinan. Puji sapaan karibnya menilai kemiskinan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan, dan mempengaruhi tingkat pengetahuan. Khususnya tentang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi.

“Makanya ini menjadi prioritas kita bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Samarinda,” ungkap Puji saat dihubungi melalui sambungan seluler. Senin (9/2/2023).

Tak hanya itu, Puji juga menjelaskan proses menurunkan angka kemiskinan, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, sanitasi dan akses air bersih yang baik. Dampak dari perbaikan itu semua akan berbanding lurus dengan penanganan stunting di Kota Samarinda.

“Intervensi klinis dan sosial harus masif, targetnya harus zero,” tegas Sri Puji.

Untuk itu, politisi dari fraksi Demokrat itu menambahkan di tahun 2023 ini pihaknya akan melanjutkan pembahasan regulasi penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga pada rapat paripurna mendatang.

“Kita mulai paripurna minggu depan. Kita akan segera bentuk panitia khususnya karena draft dan naskah akademik sudah jadi,” pungkasnya. (Adv)