SAMARINDA.apakabar.co– Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Pasar Ramadan yang rutin setiap tahun digelar.
Dilakukan di salah satu ruang rapat di Balaikota Samarinda, rapat koordinasi dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda.
Usai menggelar rapat, Andi Harun mengatakan jika Pasar Ramadan rencananya akan digelar pada tanggal 2 April dan secara resmi dibuka tanggal 4 April 2022 di Gor Segiri Samarinda.
“Subtansinya tetap sama, tapi ada beberapa hal yang sedikit berbeda dan saya tekankan pasar ramadan bukan hanya memindahkan pasar lapak ke dalam gor segiri,” ucapnya pada media, Selasa (22/3/2022).
Ditegaskannya jika pihak Pemkot Samarinda dalam pelaksaan pasar ramadan nanti tetap harus mengikuti protokol kesehatan dan sebisa mungkin mencerminkan suasan khas bulan suci ramadan.
“Kali ini kita benar-benar buat pasar ramadan, bukan hanya menampung orang jualan tapi nuansa ramadan nya tetap hidup,” sebutnya.
Ditemui terpisah, secara teknis pelaksaan Seketaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Muslimin menambahkan jika Pasar Ramadan yang biasa digelar di lahan parkir Gor Segiri akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Konsepnya wisata belanja Ramadan. Jika dulunya menggunakan tenda biasa, tahun ini bakal menggunakan tenda sarnafil,” ucapnya.
“Saat ini sudah ada 90 tenant yang mendaftar. Targetnya, 120 tenant. Termasuk fashion dan otomotif,” sambungnya.
Selain itu, rencannya pemkot akan menggelar beberapa kegiatan keagamaan untuk menghidupkan nuansa Ramadan di Kota Tepian, mulai dari lomba Adzan, Dai Cilik dan peragaan busana muslim.
“Termasuk berbagi dengan anak yatim di akhir Ramadhan,” katanya.
Disampaikan Muslimin jika Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga berpesan bahwa selama dilaksanakannnya Pasar Ramadan dilokasi tersebut tetap bersih dan bebas dari Anjal. Untuk itu pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Berbeda dari tahun sebelumnya, kelompok ibu-ibu PKK dan Deskranasda juga diberi kesempatan untuk mengisi stand wisata belanja Ramadhan di tahun ini.
“Agar, hasil-hasil tangan mereka bisa diketahui masyarakat luas,” bebernya.
Yang paling penting disebutkan Muslimin jika wisata belanja Ramadan juga akan menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan aplikasi Qris. Kerja sama dengan Bankaltimtara. Ini sekaligus mendukung upaya Pemkot Samarinda mengajak publik untuk membiasakan diri dengan transaksi digital.
“Termasuk dengan pembayaran parkir,” pungkasnya. (Adv)







