SAMARINDA.apakabar.co– Video viral yang memperlihatkan aksi dari Camat Samarinda Kota, Anis Siswantini menjadi perbincangan hangat setelah dirinya menghancurkan rombong pedagang.
Tindakan Anis yang dinilai tidak manusiawi itu pun, mendapatkan tanggapan dari anggota komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.
Ia menuturkan bahwa tindakan tersebut harusnya dilakukan oleh aparat pemerintah dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda.
“Sebenarnya itu bukan tupoksi camat ya melakukan pukul-pukul begitu. Harusnya kan itu tugas Satpol-PP,” ungkap Afifsapaan karibnya saat dihubungi melalui sambungan seluler. Rabu (21/9/2022).
Tak hanya itu, jauh sebelum persitegangan antara Anis sebagai Camat dan para pedagang, Afif menyebutkan bahwa jajaran Komisi I DPRD Samarinda sempat terlibat permasalah serupa. Yakni saat pihaknya melakukan sidak di sebuah kafe yang menjual minuman keras ilegal, di Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Itu contoh ya, saat itu saya tidak menyentuh barang bukti (botol miras ilegal) sebelum ada arahan dari Satpol-PP. Karena kalau yang menyita, menindak dan merampas (barang bukti) itu jelas tugasnya Satpol-PP. Bukan saya (sebagai dewan ataupun camat),” tegas Afif.
Afif pun sangat menyayangkan tindakan Camat Samarinda Kota itu. Pasalnya, ia menilai harusnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengetahui batas tupoksinya dan mampu bersikap kebih bijak.
“Tidak juga sampai mukul-mukul begitu. Kalau yang begitu biarkan Satpol-PP sebagai penjaga atau penegak Perda dan Perwali yang melakukannya,” bebernya.
Kendati itu, politisi dari fraksi Gerindra itu berharap agar tindakan serupa tidak kembali terjadi. Selain untuk menjaga profesionalitas, tupoksi kerja, tindakan penghancuran itu pasalnya juga bisa begitu menyakiti hati masyarakat kecil yang menilai adanya sikap arogansi penguasa.
“Tentunya cukup di sayangkan tindakan seperti itu. Kemudian di sisi lain daripada di hancurkan (barang milik pedagang) itukan bisa terpakai kembali atau mungkin di jual untuk modal usaha lainnya bukan malah di hancurkan,” pungkasnya.







