Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Komisi II DPRD Samarinda Sambut Baik Gagasan Pemkot Terapkan Digitalisasi Payment di Pasar

343
×

Komisi II DPRD Samarinda Sambut Baik Gagasan Pemkot Terapkan Digitalisasi Payment di Pasar

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah

SAMARINDA, apakabar.co– Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah menyambut baik wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang ingin menerapkan konsep digitalisasi payment atau pembayaran secara digital di pasar-pasar yang ada di Kota Tepian.

Ia mengatakan jika konsep dan gagasan itu sudah pernah diwacanakan oleh DPRD Samarinda sejak beberapa tahun yang lalu kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ia menilai selama ini dipasar terdapat pungutan liar yang tentunya dapat merugikan pendatan daerah.

“Ini terjadi karena memang mereka merasa menerima karcis lalu membayarnya dan menganggap itu adalah retribusi tapi nyatanya petak-petak itu tidak disewakan,” ucapnya, Selasa (19/10/2021).

Laila melanjutkan bahwa waktu itu, legislatif menawarkan untuk menggunakan sistem seperti kartu yang menggunakan saldo, ternyata memang ketidaksiapan dari para pedagang sendiri yang tidak memahami penggunaannya.

“Kita merubah sistem yang biasa menjadi tidak biasa tentu tidak mudah, namun kita harus mencoba,” sebutnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menerangkan jika metode itu sempat dilakukan namun terhenti lantaran kurangnya respons dari para pedagang.

Kemudian dirinya menegaskan jika Komisi II dalam hal ini sangat menyambut baik gagasan yang akan dibuat oleh Pemkot Samarinda, ia juga menyepakati apa yang selalu digaungkan oleh Wali Kota Samarinda yakni siap tidak siap metode digitalisasi payment harus digunakan saat ini.

“Kalau kita ingin menuju kota maju metode seperti itu harus siap kita jalankan dan menyesuaikan dengan kondisi era digitalisasi,” ucapnya.

Sederhananya dimulai dari pedagang yang membayar retribusi di pasar dengan menggunakan sistem digitalisasi payment, karena saat ini hampir semua masyarakat sudah menggunakan smartphone yang dilengkapi aplikasi barcode. Para pembelinya pun nanti akan berbelanja dengan uang digital dan pedagang hanya mempersiapkan barcodenya.

“Kita harus membiasakan diri untuk merubah budaya pembayaran untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa demi menyesuaikan diri dijaman era digitalisasi,” sebutnya.

Terakhir Laila menegaskan jika sosialisasi merupakan hal yang penting untuk merealisasikan motode pembayaran sistem digitalisasi payment karena karakter dari masyarakat Samarinda bermacam-macam.

“Artinya sosialisasi ini baik secara langsung maupun melalui bebrbagai macam media sosial harus terus-menerus dilakukan agar masyarakat merasa terbiasa. Selain itu SDM teknis nya juga harus disiapkan,” pungaksnya. (Adv)