Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Konsep Berbeda Pasar Ramadan Samarinda, Bayar Pakai Qris Bisa Dapat Undian Emas

255
×

Konsep Berbeda Pasar Ramadan Samarinda, Bayar Pakai Qris Bisa Dapat Undian Emas

Sebarkan artikel ini
Seketaris Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata, Muslimin

SAMARINDA.apakabar.co– Aktivitas jual beli kuliner menjelang berbuka puasa mulai dilakukan di Pasar Ramadan Samarinda yang berlokasi di Gor Segiri sejak hari pertama bulan Ramadan, Minggu (3/4/2022) kemarin.

Dalam pelaksanaan Pasar Ramadan kali ini terdapat perbedaan dari sebelum-sebelumnya. Pembayaran dapat dilakukan  dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pembeli kepada penjual.

Penerapan pembayaran tersebut diakui sebagai upaya dan langkah baru dalam mendigilisasikan sektor perekonomian khsusnya pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sesuai dengan cita-cita Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang menciptakan Kota Samarinda sebagai Kota Smart City.

Seketaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin ditemui saat memantau kegiatan Pasar Ramadan mengatakan bahwa pihaknya dalam Pasar Ramadan tahun ini telah mempersiapkan pembayaran menggunakan QRIS dan sudah berlaku bagi para pedagang mulai hari ini.

” Untuk mempermudah, kita telah mempersiapkan 20 orang untuk melakukan pembayaran petugas pembantu bagi yang kurang mengerti dan memahami penggunaan QRIS,” ucapnya, Senin (4/4/2022).

Bahkan, untuk menarik masyarakat dalam melakukan pembayaran menggunakan QRIS, pihak panitia akan mengundi bagi masyarakat yang melakukan pembayaran untuk kemudian akan mendapatkan emas di akhir pelaksaan Pasar Ramadan nanti.

“Kita akan undi untuk siapa yang mendapatkan hadiah emas dari sponsor,” sebutnya.

Selain para pedagang, metode QRIS juga diberlakukan pada sektor parkir bagi pengunjung yang datang. Halnitu dilakukan juga sebagai upaya informasi dan sosialisasi pembayaran parkir dengan sistem digital.

“Pada parkir kita juga akan menggunakan Qris. Taknisnya kita akan persiapkan satu petugas yang akan mendampingi petugas parkir,” ucapnya.

Pembayaran parkir itu sendiri, dijelaskan Muslimin nantinya akan langsung masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di sektor parkir.

“Sebagai bentuk pencegahan kebocoran di sektor parkir kita akan terapkan sistem pembayaran Digital sesuai dengan pesan dan arahan Wali Kota Samarinda bapak Andi Harun,” pungkasnya.