Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Minimnya Pelatihan Pendidikan dan Lapangan Kerja Jadi Faktor Anjal dan Gepeng Menjamur di Samarinda

230
×

Minimnya Pelatihan Pendidikan dan Lapangan Kerja Jadi Faktor Anjal dan Gepeng Menjamur di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Samarinda, apakabar.co — Fenomena Anak Jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) kian menjamur di Kota Samarinda. Ketua Komisi 4 DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menganggap, menjamurnya anjal atau gepeng di Kota Samarinda tidak lepas dari faktor pendidikan dan lapangan kerja yang berkurang.

“Kalau dilihat usianya sebagian dari mereka kelompok usia muda. Jadi bisa dikatakan bahwa ada persoalan yang terjadi, terutama pendidikan dan lapangan pekerjaan. Sehingga itu menjadi pilihan,” kata Ketua Komisi 4 DPRD Samarinda Sri Puji Astuti . Sabtu (13/11/2021).

Pendidikan khususnya, dikatakan puji merupakan jembatan awal dalam mempersiapkan SDM yang memiliki daya saing. Namun hingga saat ini, perbandingan antara kebutuhan pelatihan SDM dan kekuatan anggaran daerah tidak berbanding lurus.

“Kita hanya bisa mendorong diadakan pelatihan-pelatihan untuk anak-anak yang baru lulus. Itupun masih terkendala dengan persoalan anggaran,” ungkapnya

Ia menegaskan, sulit mengatakan langkah-langkah efektif untuk menangani fenomena tersebut. Karena biasanya sudah ada langkah efektif tapi tidak konsisten dilaksanakan.

Diketahui, sanksi pelanggaran aktivitas anak jalanan dan gepeng telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 Terkait Larangan Pemberian Uang Kepada Pengemis Anak Jalanan Dan Gelandangan Di Kota Samarinda

Puji menyebut, tidak adanya efek jera pasca penertiban anak jalanan diduga karena masih adanya empati masyarakat dengan memberi sejumlah uang.

“Selama masyarakat Samarinda tidak memberi uang mereka pasti juga tidak ada,” tegasnya