Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Pemkot Samarinda Gelar Sidak, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Makanan Aman Menjelang Lebaran

188
×

Pemkot Samarinda Gelar Sidak, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Makanan Aman Menjelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda Melakukan Sidak Ke Pasar Tradisional dan Modern Untuk Memastikan Keteraedian Bahan Pokok Aman Menjelang Lebaran 1443 H, Selasa (26/4/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan Bahan Pokok dan Barang (Bapokting) di beberapa tempat seperti Pasar Segiri, distributor Sumber Alam, Lotte Mart, dan SPBU PM Noor pada, Selasa (26/4/2022).

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso memimpin langsung sidak dengan didampingi unsur TNI/Polri Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, dan OPD terkait.

Lakasi sidak pertama yakni Pasar Segiri Samarinda dan Distributor Sumber Alam. Harga yang terpantau di sana masih stabil walaupun mengalami kenaikan di masing-masing item kebutuhan pokok seperti Ayam, daging sapi, ikan, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Dari pantauan di lapangan, harga daging sapi segar, berkisar Rp 140.000,- ke Rp 150.000,- per kilogram. Untuk ayam sendiri, jenis ayam petelur bisa mencapai harga Rp 185.000,- per ekornya yang sebelumnya berkisar Rp 110.000,- per ekor. Sedangkan untuk komoditas cabai, hampir sebagian besar dari jenis cabai mengalami kenaikan. Cabai rawit yang awalnya Rp 30.000,- per kilogram bisa mencapai Rp 80.000,- per kilogram. Cabai keriting sendiri, awalnya Rp 20.000,- per kilogram, menjadi Rp 50.000,- per kilogram. 

Rusmadi mengakui ini memang sedikit mengkhawatirkan. Dikarenakan, semakin mendekati lebaran, harga menaik seribu rupiah per harinya. Namun, ia memastikan kenaikan harga tidak melesat tinggi hingga berdampak menjadi inflasi. 

“Yang kami khawatirkan ini harga. Tadi kenaikan setiap hari Rp 1.000,- . Apalagi ayam, mudahan relatif terjaga. Yang penting pasokan dan harga pedagang tidak ambil keuntungan yang besar,” ungkapnya. 

Sementara untuk pasar modern Lotte Mart, stok minyak goreng aman dan hargapun stabil. Harga 2 liter minyak goreng yaitu Rp 50.500,-.  Stok gula pasirpun terhitung aman. Harga pun stabil, dengan dipatok sekitar Rp 13.500,- per kilogram hingga Rp 15.000,- per kilogram tergantung jenisnya. Namun, terdapat kenaikan harga di komoditas tepung terigu. Biasanya Rp 10.000,- , ada kenaikan seribu rupiah hingga seribu lima ratus. 

Dari hasil sidak itu, Rusamdi memastikan jika stok bapokting aman dan pihaknya terus berupaya untuk tetap menjaga stoknya.

“Pemkot menjamin dan memastikan ketersediaan, harga bermain tergantung pasokan. Kami memastikan pasokan tidak mengalami gangguan. Kebutuhan pokok dari sisi ketersediaan Insha Allah aman. Yang penting pasokan dan harga pedagang tidak ambil keuntungan yang besar,” tegasnya. 

Sementara itu, untuk ketersediaan bahan bakar kendaraan di SPBU di Jalan PM Noor. Hasil pantauannnya Cak Rus sapaan akrab Rusamdi Wongso melihat dan memastikan jika stok Bahan Bakar Minyak (BBM) aman atau tidak menjelang Idul Fitri nanti.

Banyaknya truk angkutan yang menggunakan BBM solar masih menyebabkan antrian panjang. Bahkan, masih banyak ditemukan oknum supir truk yang melakukan pengisian BBM di lebih dari 1 SPBU.

Dijelaskan Rusmadi, jika saat ini Pemkot Samarinda telah keluarkan surat edaran untuk menerapkan fuel card. Fuel Card ini seperti kartu member. Di mana, tiap truk yang didata mendapatkan sekian liter solar tiap harinya. 

“Paling tidak, pertama, mengamankan keadilan agar merata. Kedua, praktek-praktek driver mengisi di SBPU ke lain terhindari,” imbuhnya. 

Selain itu, memang pasokan BBM di Kota Samarinda menurun. Beberapa pekan ini, kendaraan roda 4 dengan BBM bensin mengantri karena bensinnya habis di SPBU. Dengan hal ini, Rusmadi menyatakan bahwa Pemkot Samarinda akan bersurat kepada BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) guna meminta tambahan pasokan minyak.