Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialPemkot Samarinda

Penurunan Angka Stunting Di Samarinda, Dinkes Kota Samarinda Minta Edukasi Terhadap Ibu Hamil Terus Di Dorong

270
×

Penurunan Angka Stunting Di Samarinda, Dinkes Kota Samarinda Minta Edukasi Terhadap Ibu Hamil Terus Di Dorong

Sebarkan artikel ini
(Foto: Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Samarinda, Siti Nurriyatus Zahra/Ist)

apakabar.co — SAMARINDA – Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Siti Nurriyatus Zahra mengungkapkan bahwa stunting merupakan kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu, ditandai dengan tubuh pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

Pasalnya, ia menilai bahwa balita yang memiliki stunting rentan terhadap penyakit, dan mempunyai kecerdasan yang di bawah normal, serta produktivitasnya rendah.

“Untuk itu harus ada edukasi masalah stunting di kalangan remaja. Misalnya diberi pendidikan tentang pengaruh anemia dapat menyebabkan kehamilan yang tidak sehat, keguguran bahkan pendarahan,” ungkap Tutus sapaan karibnya. Kamis (9/2/2023).

Tak hanya itu, Tutus menjelaskan bahwa intervensi stunting kepada kelompok remaja sangatlah penting guna mencapai target penurunan stunting nasional dan daerah.
Terlebih, Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda telah menargetkan penurunan kasus stunting menjadi 11 persen di tahun 2024 mendatang.

“Secara nasional ada target penurunan angka stunting di tahun 2024 harus mencapai angka 14% dan tahun 2030 harus nol persen. Dan Samarinda memiliki target hingga 11% di tahun 2024” ucapnya.

Tutus juga menabahkan bahwa pengaruh pendidikan juga sangat penting terhadap upaya menekan laju peningkatan kasus stunting. Salah satunya dengan memberikan edukasi terhadap ibu hamil terkait asupan gizi dan bahaya jika terdampak infeksi yang dapat menganggu proses kehamilan.

“Boleh menikah asal jangan hamil dulu maka pakailah KB, karena belum usia produktif. Termasuk rajin-rajin ke posyandu,” bebernya.

Kemudian, untuk calon pengantin yang menikah usia muda namun belum mencapai usia produktif maka Kementerian Agama melakukan intervensi pembinaan pengantin.

“Percepatan penurunan angka stunting ini juga menyasar dari sejak sebelum melahirkan,hingga bayi lahir,” pungkasnya. (Adv)