SAMARINDA.apakabar.co– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun kembali melaksanakan reses pada masa Sidang I Tahun 2022 di Jalan Rapak Binuang II, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Rabu (9/2/2022).
Ditengah-tengah sambutannya, Afif Rayhan Harun mengatakan jika reses merupakan komitmen dari masing-masing anggota legislatif untuk dapat menjaring aspirasi dari masyarakat di darah pemilihan (dapil).
“Selain perintah undang-undang, reses juga merupakan komitmen kita sebagai wakil rakyat untuk dapat memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat,” ucapnya.

Tak hanya permasalahan klasik yakni infrastruktur pembangunan, masalah di sektor lain juga tak lepas dari aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada anggota Komisi I DPRD itu. Seperti keluhan terkait pembuatan serifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona). Masalah itu disampaikan warga Rapak Binuang khususnya RT 26, mereka mengatakan bahwa sertifikat itu sudah lama dibuat, yakni sejak tahun 2016 namun hingga saat ini sertifikat itu belum mereka dapatkan. Pasalnya, warga mengakui jika sertifikat itu sangat dibutuhkan, terlebih dapat di jadikan anggunan untuk meminjam di bank sebagai modal usaha.
Menanggapi hal itu, politisi muda Partai Gerindra itu mengatakan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Komisi I dirapat internal komisi yang diagendakan disetiap akhir bulan.
“Saya akan berkoordinasi dengan Komisi I terlebih dahulu terkait masalah sertifikat Prona yang disampaikan,” sebutnya.
Kedepan, disampaikan Afif jika memungkinkan pihaknya akan memanggil Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk bertemu dengan legislatif untuk memperjelas apa yang sebenernya terjadi sehingga mengapa sertifikat itu hingga kini belum diberikan ke masyarakat.
“Mungkin nanti kita akan panggil pihak BPN untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi agar lebih jelas,” ungkapnya.
“Kasus seperti ini bukan hanya sekali terjadi, tapi sering kali dan melibatkan masyarakat, maka harus ditengahi secara kelembagaan,” sambungnya.
Dalam reses itu, masalah penanganan banjir juga menjadi satu dari sekian aspirasi yang diutarakan langsung kepadanya. Terutama genangan air yang selalu menggenangi Jalan di Wahid Hasim tepatnya di depan TVRI. Jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat dalam beraktivitas.
“Apa yang telah disampaikan oleh warga dalam reses, tentu akan diakomodir melalui fraksi, kemudian akan dilaporkan dalam sidang paripurna laporan hasil reses. Namun, apa yang telah dikeluhkan tentu tetap akan saya perjuangkan,” pungkasnya. (Adv)







